 Seorang teman menyatakan ketakpercayaannya ketika tahu, saya suka menonton acara Mario Teguh Golden Way di Metro TV setiap Minggu petang. Ceritanya, teman saya itu mengirim SMS dengan pertanyaan, lagi di mana lu, lagi ngapain?
Dan, ketika saya jawab, di rumah nonton TV, acara mario teguh, dia merespon dengan sepotong kalimat berhuruf balok. ORANG SESINIS LU?
Saya jadi teringat, dulu juga pernah punya keheranan yang sama ketika mendapati ayah saya yang anti-Islam tak pernah absen dari depan TV setiap kali ada acara yang menayangkan ceramah Aa Gym.
Jadi, apa sih sebenarnya keistimewaan orang-orang seperti Aa Gym dan Mario Teguh itu --sehingga mampu menyihir orang-orang yang "secara teori" mustahil menyukai mereka?
Teman saya tadi bahkan sampai merasa perlu meng-SMS saya lagi, begini (kali ini nggak pake huruf balok): jangan-jangan lu diam-diam juga mulai rajin datang ke seminar-seminarnya tung desem, adri wongso dan ari ginanjar hehehe.
Saya kira ada yang sedikit (atau mungkin banyak) yang berbeda dari penampilan Mario Teguh di TV dengan motivator-motivator lain yang tidak seberuntung Mario bisa memiliki sebuah kapling acara di stasiun TV berita yang ditonton oleh masyarakat kelas menengah terpelajar kota.
Perbedaan utama, tentu, jika untuk mendengarkan ceramah dari para motivator lain itu kita harus menghadiri seminar mereka yang tarifnya cukup mahal, maka untuk "menghadiri" forum Mario Teguh kita cukup duduk di depan TV sambil menyiapkan kacang garing dan secangkir kopi.
Kedua, bagaimana pun, seminar di ballroom hotel jelas jauh berbeda dengan forum yang kurang lebih sama namun dikemas dalam sebuah tayangan TV. Taruhlah, saya memang orang yang "sesinis itu", maka jelas sulit dibayangkan bahwa saya menghadiri sebuah seminar motivasi. Tapi, lain ceritanya bila hal yang sama hadir sebagai sebuah acara TV yang ditayangkan rutin.
Mari sedikit berteori. Ideologi televisi adalah hiburan. Jadi, semua acara TV diproduksi dengan kemasan yang harus menghibur, tidak peduli itu berita, talkshow politik maupun siraman rohani (dapat salam dari UJ). Hal itu pulalah yang terjadi, dan terlihat, pada acara Mario Teguh Golden Way. Keberhasilan terbesar dari acara ini saya kira terletak pada bagaimana tim kreatifnya mengemasnya sebagai "hiburan".
Saya lebih sering bisa tertawa menonton Mario Teguh ketimbang Tukul. Dan belakangan ini, kalau Anda menonton, jamaah Mario Teguh yang hadir di studio semakin sering tertawa, karena acaranya memang semakin lucu. Mario Teguh telah menjadi seorang entertainer yang memikat, dari sebelumnya seorang motivator "biasa".
Maksud saya begini: saya sih nggak pernah terlalu memperhatikan apa yang dia omongkan. Tapi, menyaksikan bagaimana cara dia bicara, mengucapkan kata "super", menjawab setiap pertanyaan, dengan gerakan-gerakan tubuh yang ekspresif, intonasi dan irama suara yang terjaga, penekanan tertentu pada pesan-pesan yang ingin dia tonjolkan, dan suaranya yang empuk memantul-mantul....merupakan satu paket utuh yang mampu membuat hadirin terpesona. Semua itu didukung dengan tata panggung yang memanjang ke tengah-tengah hadirin, persis seperti panggung fashion show, di mana Mario bisa berjalan di antara jamaahnya yang duduk takjub, yang membuat forum tersebut jauh dari kesan formal, kaku dan membosankan. Kesan "entertaining" juga muncul dari keberadaan pemandu acara, Uli Herdinansyah yang sehari-hari dikenal sebagai host acara gosip. Ini membuat Mario tidak tampil sendirian, menguasai panggung seorang diri dan menjadi satu-satunya pusat perhatian. Setidaknya, penonton masih bisa mengomentari dasi yang dipakai Uli, atau kacamatanya, dan lontaran khasnya: super sekali, Pak Mario!
Selain segi kemasan, isi juga menyumbang besar atas keberhasilan acara ini. Mario Teguh telah memperluas makna "motivasi" menjadi bahan pembicaraan yang universal --tidak sebatas kebutuhan orang-orang yang bermimpi menjadi kaya mendadak. Pada setiap episode, penonton dibuat terkejut oleh tema yang disajikan --ada saat ketika "tiba-tiba" Mario bicara tentang cinta Tanah Air, dan pada saat yang lain tentang pendidikan anak-anak dalam keluarga. Dan, bagi masyarakat Indonesia yang senantiasa mengedepankan nilai-nilai spiritual, acara ini tak melupakan faktor yang satu itu. Kadang-kadang kita merasa sedang mendengarkan seorang pendeta sedang kotbah, atau kiai sedang memberikan tausiah, dan itu membuat hati kita adem.
Namun, motivator tetaplah motivator. Siapa pun dia, ada saat ketika sulit menghindari ungkapan-ungkapan yang absurd, mengawang-awang, sulit untuk dipraktikkan. Ada saat ketika sang motivator sibuk berfilsafat, menebar kearifan-kearifan yang menenangkan sesaat, namun sulit untuk terus diingat. Ada saat ketika apa yang terlontar memang hanya untuk kepentingan saat itu, di situ, dan begitu acara selesai, maka semuanya juga telah selesai. Maka, inilah rahasianya, mengapa saya, yang di mata beberapa teman tampak sebagai orang paling sinis dan pesimis di dunia, bisa menyukai acara ini. Kuncinya terletak dari cara kita menontonnya. Tontonlah acara ini sebagai bagian dari produksi televisi umumnya: hiburan. Seperti halnya kita nonton Tukul, atau siaran langsung ceramah Aa Gym di Istiqlal, maka menonton Mario Teguh adalah momen ketika kita ingin melenyapkan diri dari dunia ini, dari kehidupan sehari-hari, untuk waktu sekitar satu jam, merasakan kenikmatan sesaat di bawah buaian kata-kata, kisah-kisah sukses, lelucon, janji-janji, harapan, impian.
Oleh karenanya, saya tidak merekomendasikan acara ini untuk orang-orang yang kesibukan terbesarnya adalah bermimpi menjadi CEO, namun yang dilakukannya sepanjang hidup hanyalah membaca buku-buku sup ayam dan kibul-kibul Kiosaki. Acara ini hanya cocok untuk mereka yang memang telah sukses, atau setidaknya merasa telah sukses. Lihat saja, wajah-wajah yang hadir di studio (juga 50 ribu lebih fans Facebook Mario Teguh dan ratusan lagi super member Mario Teguh Super Club). Mereka orang-orang yang bahagia, punya keluarga yang hebat, karier mapan, gaji tinggi, yang hanya ingin memastikan bahwa keyakinan mereka selama ini, sejauh ini, bahwa mereka telah cukup sukses, atau sesukses yang mereka kira, adalah benar adanya. Itulah keyakinan orang baik-baik. "(Orang baik-baik) seperti kita," kata Pak Mario. 
 | buneyasmin wrote on Mar 18, '09, edited on Mar 18, '09  Tips bagi yang tidak tertarik, biar jadi mau nonton acara ini ada gak? |
 | brarti tetep sinis nih ceritanya? hehehe |
 | saya nonton sejak 2 tahun lalu (awalnya di O Chanel) dg moderator Shanaz haq (sekarang Hibram Dunar), dg interior minimalis/clean yg modern.
Mario ini 14 tahun jadi motivator & sudah berapa buku/kiat/experience yg dia makan? dibanding gw heee, palinggak kita bisa nyuri SHORTCUT, dari pada harus nyari 14 th...
positif aja lah, tinggal nonton ga bayar ini... kekekekek... |
 | pas jam tayang di o channel, adek gw langsung nyalain tivi di kamarnya, ambil notebook (buku catatan maksudnya) dan pensil, lalu tutup pintu. ngapain hayo? |
 | intonasinya itu zuper sekali baca:ganggu
si uli jg kadang cengo harus motong dimana:D |
 | Salam super duper mega ultra SUKSES banget .......!!!!!
(lebih manteb mana dibandingin "salam super" doang....?) |
 | jangankan mario teguh, diceramahin aa' gym aja aku gak pernah sadar hehehehe |
 | kadang2 aku ga ngerti dia ngomong apa |
 | weh..aku malah pernah nonton satu episode barengan suami, soale temanya soal kehidupan suami isteri...xixixxixixiix |
 | tapi memang bener mas, akhir2 ini pak MT memang jadi lucu terutama celetukan celetukannya. bayangin dulu ketika kita cuma baca bukunya yg bicara ttg marketing yg mboseni itu.....
haha....kadang pak MT memberi ide cerdas yg 'culun' krn scr kenyataan sulit dipraktekan. mosok ketika kita gondok karo bojone dan mau dicerai misalnya, jwb kita: aku tentu tak mau kehilangan bojoku yg super baik di dunia ini. wahahaha....dadi lucu soale menurutku kalo kita jengkel yg ada kita pinginnya nabokin bukan ngrayu2 bojone. boro2 ngerayu wong kepala senut senut..... |
 | ada saat ketika "tiba-tiba" Mario bicara tentang cinta Tanah Air, dan pada saat yang lain tentang pendidikan anak-anak dalam keluarga. Dan, bagi masyarakat Indonesia yang senantiasa mengedepankan nilai-nilai spiritual, acara ini tak melupakan faktor yang satu itu. Kadang-kadang kita merasa sedang mendengarkan seorang pendeta sedang kotbah, atau kiai sedang memberikan tausiah, dan itu membuat hati kita adem.  sekarang banyak pengusaha motivator yang punya macem2 kavling (marketing, sales, spiritual etc) tapi mario teguh (baca : tim kreatif) bisa memposisikan bahwa acara motivasi bisa lebih dari sekedar itu,,,
|
 | iyah emang lucu acaranya salam super aja deh buat pak mario...salam super buat pak luigi jg |
 | hai mumu, dan... jangan lupa, session pak Mario Teguh selalu menarik dan terdengar akrab, kadang romantis, krn selalu di "back ground" in lagu yg sesuai dgn thema nya... ibu mendengarkan Mario Teguh sejak lama, sejak di RAMAKO, trus PRO2FM, JakTV dan skrg Metro. ada thema When You believe, Hard to say I'm sorry.. bahkan Black Magic Woman ketika berdiskusi ttg wanita2 yg berperan dlm karier dan kehidupan pria. Dia menjuluki nyonyanya bu Lia Teguh dg Black Magic Woman, yg cantik, tangguh, berpengaruh... memang benar asyik mendengar Mario Teguh...... setuju, mumu!... Salam,ibu end johani. |
 | jahhh dia ngiklan.. hwekekekekekek |
 | Salam super... Acara ini bagus untuk memotivasi maju. Kadang kalau nonton sering kepikiran, "oh, iya ya, gw harusnya bisa kayak gitu. Semangat!". Tapi sayangnya, besok paginya biasanya udah kena sindroma males lagi he he he |
Comment deleted at the request of the thread owner.
Comment deleted at the request of the thread owner.
 | acara kesukaan mamaku mampu mengalahkan Cinta Fitri |
 | sampai-sampai mamaku menelpon dari Tanah Toraja hanya untuk menyuruhku menonton Metro TV karena ada acara ini... sayang sekali...di kota Malang, Metro TV sudah tidak eksis lagi...(entah mengapa dan entah sampai kapan!) |
 | Sabotase Anti golkar kali.. |
 | Kalo gw sms lu, 'ORANG SINIS KAYA LU NONTON CINTA FITRI?!'
Bakal ada judul posting br gak?
|
 | jmave wrote on Mar 18, '09 aku gak suka acara ini kenapa ya. mungkin karena selalu antipati dengan acara motivasi dan pencucian otak. selain itu, senyumnya itu aku juga gak suka, entah kenapa. belum bahasa tubuhnya yang berlebihan. plus rasa puas diri yang ditampilkannya. haduuuuh. atau mungkin itu hanya dirasakan oleh diriku. |
 | Keren!!! AKu juga suka acara ini Mu....^_^ |
 | aku pertama kali liat acara ini udah dipandu sama Coky Sitohang, bukan Uli. pertamanya mau nonton si Cokynya, bukan pak Marionya.. waktu itu (judulnya aku lupa) ada penutupnya yg aku inget banget dan aku suka banget: berusahalah dg spenuh hati, kesuksesan mungkin tidak datang padamu tapi pada anakmu atau cucumu.. itu yang aku belum pernah pikirkan/dapet/baca sebelumnya.. terus jadi suka walopun tidak selalu nonton.. seterus2nya walopun tidak selalu nonton, tapi kalo pas di rumah biasanya nonton.. oiya, aku nggak suka Aa Gym :P |
 | Owww...what an opinion. (speechles, both of Mario himself and rumputeki) |
 | hai mumu, dan... jangan lupa, session pak Mario Teguh selalu menarik dan terdengar akrab, kadang romantis, krn selalu di "back ground" in lagu yg sesuai dgn thema nya... ibu mendengarkan Mario Teguh sejak lama, sejak di RAMAKO, trus PRO2FM, JakTV dan skrg Metro. ada thema When You believe, Hard to say I'm sorry.. bahkan Black Magic Woman ketika berdiskusi ttg wanita2 yg berperan dlm karier dan kehidupan pria. Dia menjuluki nyonyanya bu Lia Teguh dg Black Magic Woman, yg cantik, tangguh, berpengaruh... memang benar asyik mendengar Mario Teguh...... setuju, mumu!... Salam,ibu end johani.  betul, ibu...satu lagi kelebihan acara ini, membahas satu topik dgn mengaitkannya dgn judul-judul lagu....saya nonton edisi black magic woman itu dan saya kira itu salah satu episode terbaik dari golden way...
salam super, ibu hehehehe |
 | eviwidi wrote on Mar 20, '09, edited on Mar 20, '09 nah, sialnya aku nggak nonton cinta fitri...tontonanku lainnya selain golden way hanya insert investigasi hahahaha  Hahha...aku nonton tv paling ya Insert investigasi...sama dong Mu...soalnya itu acara pas aku pulang kantor, dan nontonnya paling cuma dapet separo..huehhehe..
Aku gak pernah nonton yang acaranya MT yang ini,soalnya kalo malem tv udah dikuasai oleh jamaah Cinta Fitri....:( |
Comment deleted at the request of the author.
 | sekali - kali nonton ah.... |
 | berarti km adl org sukses ato plg tdk merasa sudah sukses...:) |
 | super sekali postingannya! :P |
 | sumpah, aku lebih suka "diceramahi" mas mumu ketimbang MT.
cuma sempet nonton beberapa episode dan malahan banyak nggak setujunya... jadi makin ogah nonton karena punya pengalaman pribadi "when the motivator betrayed his own words" dengan cara yang "enggak" banget. hehehe. ternyata aku lebih sinis darimu. salam Kuper...eh, Super! hehehe |
| |