I Like Boring Things

Category:Movies
Genre: Comedy
Setelah menyaksikan wajah-wajah tampan mereka sendiri di Majalah Rolling Stone Indonesia dan iklan kartu selular di TV, anak-anak band asal Bandung The Changcuters kini memantapkan popularitas mereka lewat kemunculannya di layar lebar, lewat debut sutradara Iqbal Rais, dari rumah produksi yang dikelola Hanung Bramantyo. Dan, semakin membuat orang yakin bahwa mereka memang lebih cocok berakting ketimbang main musik. Tapi, apa sih artinya lebih cocok?

Film ini berangkat dari keyakinan, bahwa empat personel The Changcuters itu layak dijual --maksudnya, di luar urusan musik. Penampilan mereka unik, sangat peduli fashion, dan tingkahnya juga "nyeleneh". Ya sudah, tinggal dibikinkan cerita saja. Yang ringan, lucu, menghibur. Dan, jangan lupa, Bandung harus tetap jadi setting-nya. Nah, ngomong-ngomong soal Bandung, apa sih yang sedang aktual? Oh, ya genk motor!

Maka, alkisah, Cacing (Vokalis The Changcuters Caca Sutarya) melamar menjadi anggota The Road Devil, salah satu genk motor yang ditakuti di Bandung. Namun, tokoh kita ini terlalu "baik hati, tidak sombong dan rajin menabung" sehingga tidak lulus uji persyaratan yang bertentangan dengan hati nuraninya. Akhirnya, ia mengajak teman-temannya untuk mendirikan genk motor sendiri, yang menjunjung tinggi sopan santun, kalau perlu membela kebenaran dan keadilan, dan diberi nama Tarix Jabrix.

Sampai di sini, sudah terasa semangat untuk meledek, memparodikan dan menertawakan genk-genk motor yang meresahkan masyarakat dan dalam taraf tertentu bahkan sudah masuk ke kategori kriminal itu. Namun, layaknya film-film Indonesia lain yang berpretensi mengusung tema penting dan serius dengan pendekatan parodi, film ini terlalu malas untuk memikirkan lebih jauh apa yang ingin disampaikannya itu. Sehingga akhirnya ya tidak ada parodi sama sekali.

Film ini juga menyia-nyiakan potensi yang dimilikinya, misalnya, dari awal saya sudah membayangkan, Caca Sutarya itu akan menjadi "Jim Carry-wanna-be". Dan, memang iya, tapi sama sekali tidak total dan tidak maksimal.

Kelucuan-kelucuannya juga nanggung, dan banyak yang jayus. Misalnya ini:

"Ada tamu, Pak, polisi."
"Dari mana tahu itu polisi?"
"Pakai seragam, Pak."
"Anak SD juga pakai seragam tapi nggak pernah disebut polisi."

Dengkul saya langsung lemes.

Ditambah dengan ide cerita yang longgar, film ini jadi terasa agak membosankan. Puncaknya adalah ketika pesan moral yang sudah dipendam dari awal muncul di bagian akhir, bweeeee, film ini terasa seperti drama penyuluhan TVRI 1980-an. Okelah, maksud saya, kalau memang semangat anti-narkoba itu perlu terus-menerus ditekankan kepada masyarakat, tapi kan caranya bisa lebih "modern" dan "elegan" gitu lho. Dengan kata lain, film ini ingin menanamkan nilai-nilai positif tapi dengan cara yang jauh lebih membosankan dibandingkan dengan acara TV yang dipandu Mario Teguh, atau seminar-seminar motivasi.

Sadar bahwa filmnya tidak akan memberi apa-apa kepada penonton --selain, yah, lawakan garing Si Kembar Coki dan Ciko (Alda dan Qibil, Gitaris The Changcuters)-- pembuatnya mengakali dengan memberi kejutan-kejutan kecil yang bersifat non-cerita. Misalnya, ada rocker terkenal yang muncul dalam peran banci. Ferina (Elfa's Singer, Lenong Rumpi) dan Sam (Bimbo) muncul sekilas sebagai sepasang suami istri, orangtua salah satu anggota Tarix Jabrix. Salah satu personel P Project berperan sebagai ayah yang galak (tapi akhirnya tak tahan juga untuk tidak melawak).

Film ini dituturkan dengan teknik kilas balik. Para personel Tarix Jabrix diinterogasi oleh sesosok lelaki misterius yang tak diperlihatkan wajahnya. Pada akhir film, sang interogator berdiri, dan kelihatan sekilas wajahnya. Dan, itulah kejutan terbesar dari film ini. Tapi, apakah penonton remaja mengenali siapa dia? Lha wong teman saya yang wartawan saja tidak tahu kalau itu "dia". Bweeeee!!!


54 CommentsChronological   Reverse   Threaded
arddhe wrote on Apr 21
Puncaknya adalah ketika pesan moral yang sudah dipendam dari awal muncul di bagian akhir,
mengingatkan saya akan quickie....hehe
sip2....ntar sore ntn ah...hehe
rumputeki wrote on Apr 21
oh, ini agak beda, dhe cara menyampaikan pesan (moral)-nya dibanding quickie...tontonlah, lumayan buat ketawa2 garing rada terpaksa hehehehe
jmave wrote on Apr 21
gak disebut-sebut sama sekali tentang si... siapa sih yang maen di AAC itu? begitu tidak pentingkah dia di dalam film itu, Mu?
rumputeki wrote on Apr 21
si maria ya, eh carissa...aduh, akting dia jelek, nyaris gak berakting.
lakiserigala wrote on Apr 21
hahaha
*ketawa maksa duluan*
belissita wrote on Apr 21
"Ada tamu, Pak, polisi."
"Dari mana tahu itu polisi?"
"Pakai seragam, Pak."
"Anak SD juga pakai seragam tapi nggak pernah disebut polisi."
............................................
rumputeki wrote on Apr 21
ada lagi satu scene lawakan jayus abis. jd critanya hanung bramantyo jd cameo...datang ke bengkel...marah2 krn lama. "kamu gak tau siapa saya?"

pas hanung pergi dia tanya temennya. "emang dia siapa sih?"

"saiful jamil."

mizzazwa wrote on Apr 21
film indonesia gitu lho, tambahan ada budiman sudjatmiko lagi ..ya..biar dramatis kali
rumputeki wrote on Apr 21
waaaaaaaaaaaaaaaaah itu kan kejutan besarnya, kok disebut sih hihihihi
arddhe wrote on Apr 21
ihiii...ada spoiler....hehehe
eluelugwgw wrote on Apr 21
todong long...
akhirnya dadang juga....
anak2 changcuter akting nya cihuy banget tapi yg lebih natural si cacing & dadang.
rumputeki wrote on Apr 21
sebenarnya bukan spoiler jg ya, tp spt yg dah aku blg, secara film ini gak ngasi apa2 selain kejutan itu ya..klo mistery guest itu dah ketahuan, film ini kehilangan nyaris seluruh kejutannya hehehehe
rumputeki wrote on Apr 21
yoi, makanya cacing itu mestinya lbh maksimal dan total lagi, kyk aming itu lho.
trasyid wrote on Apr 21
sejelek itukah.. udah lama gak nonton bioskop lagi asik skripsi kehkeh.. :-)
rumputeki wrote on Apr 21
yaa aku gak bilang itu jelek dan jeleknya sejelek apa hehehehehe
mizzazwa wrote on Apr 21
kapan aku diajak nonton ya
alamtampan wrote on Apr 21
Mumu... aku kok kehilangan nafsu nonton film indonesia lagi yah?
huhuhuhuhuhu....


andisturbia wrote on Apr 21
Heran juga kenapa hampir semua film indonesia musti ada pesan moral. Dan kalo pesan moralnya (katanya) bagus pasti ditonton pak presiden deh.

Mereka terlalu fokus dengan pesan moral hingga lupa ama cerita
disasterhead wrote on Apr 21
syarat film komersil memang harus ada pesan moralnya
sayapimaji wrote on Apr 21
Budiman Soekarnowati yah?
rumputeki wrote on Apr 21
mizza..ayuk ajaa kapan2 siap...di citos ya hehehe
rumputeki wrote on Apr 21
alam, sama aku jg..tp udah aku bangkitkan lagi nafsuku alaaah
rumputeki wrote on Apr 21
andi, emang dlm segala hal bangsa ini sgt terobsesi dgn moralitas. sebab pd dasarnya kita ini emang gak bermoral hahahaha...

rumputeki wrote on Apr 21
itu betul, dhyt...tinggal gmn mengemaskan ya...film yg sarat pesan moral tp tetap asik jg byk kok
rumputeki wrote on Apr 21
hahaha budmian soekarenowati hihihi....

btw dulu aku ngefans lho ama budiman. skrg sih jg masih..tp dia ini gmn yaa...di saat dede yusuf dah kepilih jd wagub, dia malah lg sibuk2nya berdandan utk pemotretan di majalah dewi dan main film huehehehe
pravdavero wrote on Apr 21
hoi, hoi, tunggu ya penampilan oom bud di film ucu untuk bulan mei ini. Huhu, Lucky aja horny gitu lo bow. *IPB baru*
rumputeki wrote on Apr 21
hah? di film ucu ada oom bud? oh my god! (huakakakaka najis!)

lucky horny? bukannya selera dia yg kayak fauzi baadilah gitu hahaha...tp oom bud emang makin keren. liat dong foto dia di majalah dewi hohoho
dirtyhippy wrote on Apr 21
hahaha budmian soekarenowati hihihi....

btw dulu aku ngefans lho ama budiman. skrg sih jg masih..tp dia ini gmn yaa...di saat dede yusuf dah kepilih jd wagub, dia malah lg sibuk2nya berdandan utk pemotretan di majalah dewi dan main film huehehehe
Gak pa pa lah Mu dia main film dan masuk Dewi Kosmopolitan. Orang Republik Rakyat Cina aja, negara sosialis terbesra di dunia sekarang juga kan udah punya gerai starbucks lebih banyak dari Seattle mungkin. :D
dirtyhippy wrote on Apr 21
gue jadi pingin nonton. Tapi sebenarnya kalo dilihat dari materinya: anak band yang dandanannya aneh, geng motor, cameo orang2 yang bukan dari dunia film, Tarix Jabrix seharusnya bisa jadi cult film :D
rumputeki wrote on Apr 21
tentunya, gi...huehehehe...dan gue menikmati kok klo budiman akan makin sering nongol di halaman majalah yg mangkilat dan di layar film...daripada gabung ama partai garing warisan masa lalu hahaha
rumputeki wrote on Apr 21
tontonlah, gi...biar bisa nentuin ini bisa masuk cult apa gak hehehe
pravdavero wrote on Apr 22
tentunya, miu. hahaha. tapi lebih lucu pas dia masih muda. buka aja di youtube (activist silenced). plis banget deh.
buneyasmin wrote on Apr 22
waaaaaaaaaaaaaaaaah itu kan kejutan besarnya, kok disebut sih hihihihi
weleeeeeeeeeeh ikut berduka cita aku mu. dikau udah bersusah payah tidak mengatakan siapa "dia" lha dijelentrehkan (halah) begitu saja ! he he...
buneyasmin wrote on Apr 22
trasyid said
sejelek itukah.. udah lama gak nonton bioskop lagi asik skripsi kehkeh.. :-)
Yeeeeeeeeee.... nggak ada yang bilang jelek lagee!!!
mizzazwa wrote on Apr 22
mizza..ayuk ajaa kapan2 siap...di citos ya hehehe
ayuk..mudah2an bisa ya...^-^
sunsetdiwaterloo wrote on Apr 22
ngeliat trailernya aja udah ga napsu..

gmana caranya bangkitin napsu??
rumputeki wrote on Apr 22
hmm gimana ya? pelototin julia perez atau dewi persik? hehehe
tutticuty wrote on Apr 24
Mu! you've done it again! reviews ini enak sekali dibaca. acungan jempol buatmu.
rumputeki wrote on Apr 24
waah makasih, mbak jadi nggak uendaaang...hihi
aditdemon wrote on Apr 24
gak akan nonton ah... gak mau! hahahaha.
rumputeki wrote on Apr 24
waaah, dit sbg urang bandung musti nonton dong hehehe
evamudzbgt wrote on Apr 24
ReviewReviewReviewReview
lUCu MAmpUZ
rumputeki wrote on Apr 25
sUmpE LO???? MaMpUz giLaK...!!!

hueheheheheeee
buneyasmin wrote on Apr 25
Yang dapet bintang empat review-nya niiih ha haa :))
buneyasmin wrote on Apr 25
BTW I wonder rambute bocah2 kenthir kuwi kok iso ngono kuwi dikapakke? He he he :))
tutticuty wrote on Apr 25
Yang dapet bintang empat review-nya niiih ha haa :))
setuju pisan!!!
itsme75 wrote on May 1
ReviewReviewReviewReview
kata gw tuh film lucu banget euy!!! oh iya.. emang sang interviewer the changcuter itu siapa Mu? Budiman Sudjatmiko? siapa itu? weleh weleh weleh...
rumputeki wrote on May 2
iya, itu budiman sudjatmiko, pemberontak paling keren pada era akhir masa kejayaan pemerintahan orde baru.
ahmadrafiq wrote on May 14
saya hampir tertidur....
rumputeki wrote on May 14
haha...segmen film ini emang remaja...jd lelucon2 yg menurut mreka "masih" lucu, bg kita mgk garing abis.
ahmadrafiq wrote on May 15
haha...segmen film ini emang remaja...jd lelucon2 yg menurut mreka "masih" lucu, bg kita mgk garing abis.
lhah..saya juga masih remaja jew...
minimal merasa remaja terus,hehe
rumputeki wrote on May 15
yo yen soal "merasa" sih aku juga hahaha remaja teruuusss hihihi
aikouka wrote on Jun 18
ReviewReviewReview
Yah..tapi cukup menghibur walau kedodoran dari segi cerita. Sayangnya, lelucon di film ini bandung bangeeet....yang mungkin agak susah dipahami kelucuannya oleh orang di luar bandung ^^
rumputeki wrote on Jun 18
ya memang cukup menghibur. dan aku jadi (makin) nggak suka sama changcutter abis nonton film ini hehehehe
Add a Comment
How would you rate this movie? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help