Elo beruntung kita bukan mafia kayak The Godfather. Kalo iya, elo udah kita sikat di dunia nyata.

(Dikirim Joko Anwar lewat milis dunia-film pada Jumat, 30 November 2007 pukul 4:09 pm, menanggapi review atas film Quickie Express yang saya posting di milis yang sama pada 27 November 2007 pukul 12.01 am) 

 


79 CommentsChronological   Reverse   Threaded
jmave wrote on Dec 2, '07
kenapa memangnya dengan review-mu? dan masak Joko Anwar sebegitu sensitif terhadap kritik?
lakiserigala wrote on Dec 2, '07
"It's amazing how some people can give it, but not take it." (Paul Agusta)
trasyid wrote on Dec 2, '07
darimana tahu yang kirim itu Joko Anwar? inikan dunia maya. :-P
juliaophelia wrote on Dec 2, '07
pengen liat doms reviemnyah
arddhe wrote on Dec 2, '07
aihh...ilang sudah respekku ama joko anwar...(emg prnah respek..hehe)
dimana2 tu seorang seniman musti terima dikritik pegimanapun...baik, buruk, keren, ancur...musti diterima dengan lapang dada, jadiin pelajaran...bukan malah ngancem2 kyk gini....
gimana mau maju pilem indonesia klo pelaku pilem ga terima klo dikritik...
busuk dah semua....!!
fanabis wrote on Dec 2, '07
joko norak. kekanak-kanakan. seniman kerdil tuh
kinoe wrote on Dec 2, '07
pasang Mu pasang :D
heradiani wrote on Dec 2, '07
Ah Mumu, jangan setengah2 dong kalo masang posting. Yang lengkaap. Dari mulai review lo sampe semua bales2an. Otherwise, seperti kata Joko, ini udah libel, atau bahasa infotainmentnya: pembunuhan karakter :)
heradiani wrote on Dec 2, '07
Correction: Menurut gue ini udah libel.
adjiecupu wrote on Dec 2, '07
Hmmmm... ini beneran Mu?
dymazndopik wrote on Dec 2, '07
doubt it,,,,,,,,,,,,kok review gw ga dikritik ma dia??? KURANG AJAR,,hehe
Comment deleted at the request of the author.
serpi wrote on Dec 2, '07
Moo Moo, (ya skarang aku panggil begitu ya, karena kau seperti sapi melenguh yang sedang paranoid terancam jiwanya hendak disembelih, karena sebentar lagi idul adha), PLEASE DEH AH! Dont take everything too literarily. This is only a critic for your critic. Be fair aja lah. Don't overblown every single thing just because you need to create sensation.


lananglekong wrote on Dec 2, '07, edited on Dec 2, '07
Hera, maksudnya postingan Mumu yang di bawah ini ya?

Dan, Kalyana Shira Film berikut lingkaran yang ada di
dalamnya, atau di sekitarnya, sejak awal paham benar itu, bahwa
masyarakat kita memang belum semodern itu, bahwa mereka yang mengaku
paling gaul se-Jakarta sekali pun masih menganggap tema-tema seputar
seks, gay, brondong, tante girang, gay lagi, gigolo, gay lagi, dan oh,
ya satu lagi, gay itu sensitif, kontroversial dan oleh karenanya
menggarap tema-tema itu adalah cara, mungkin satu-satunya cara, untuk
menjadi, atau dianggap, modern, cool, intelek, cerdas dan berani.


Kok Mumu tahu Kalyana Shira Film ya? Apa pernah gabung ama mereka?
Kalo mau nulis kritik, gimanapun juga jangan nuduh-nuduh atau prejudice lah! Kalo lo mau kritik filmnya dan lo anggap filmnya taik atau apa lah, ya silakan aja. Tapi gak perlu nuduh-nuduh Kalyana Shira Film mau bikin film supaya dianggap cool dan intelek. Lo tahu dari mana ya kalau mereka gitu???
socratescafe wrote on Dec 2, '07
mafia?! lebih beruntung lagi bukan pe-mutilasi :)) :))
rumputeki wrote on Dec 2, '07, edited on Dec 2, '07
temen-temen, reviewku ada di sebelah postingan ini.

buat hera, serpi dan lenanglekong:

kritikku gak ada bedanya sama semua kritik yg pernah aku tulis, itu hanya sebuah penilain, gak lebih. sama aja kan menilai seorang misalnya "lu sok filosofiks, lu gaya, lu pengen dianggep lebih muda dr umur lu" dsb-nya. hanya penilaian, penafsiran. knp dibilang nuduh, prejudice dll. dan gue menilai begitu ya berdasarkan teks film itu. dan gue bisa salah. tapi gue bisa bener. dan klo gue salah ya artinya analisis gue gak tajam. kritikus bisa dan BOLEH salah. dan ini gak ada kaitannya gue tahu apa gak dapur mereka, gue pernah gabung apa gak ama mereka, wong namanya penilaian, penafisran, dan sekali lagi klo gue mengkritik ato menilai film quickie express dgn ---katakanlah-- kesimpulan spt itu, itu kan bukan berarti gue menilai seorang joko atau seorang nia. dan klo gue akhirnya menyebut nama kalyan shira ya krn emang PH mreka punya nama kan, dan emang itu namanya kan? tp sekali lagi, semua berangkat dari teks film itu, semua penilaian diturunkan dari hasil pembacaan atas film itu, dan sekali lagi gue bisa salah. tapi gue jg bisa benar. aduh, terasa berlebihan dan mengada-ada klo gue sampai harus menjelas-jelaskan hal ini.
rumputeki wrote on Dec 2, '07
oh ya tambahan buat serpi:

mohon jgn disederhanakan sekedar soal pananoid ato apalagi, ya ampun, create sensation.

waktu joko membalas mikael dengan "I will slap you like a bitch" aku msh menganggap itu becanda. gue kenal joko, dan dia emang orangnya humoris. tp ketika dia kemudian mengulang-nya, dan kali ini ditujukan ke gue, dgn variasi kalimat yg beda itu, apa boleh buat gue menganggapnya serius, dlm arti, meski itu emang cuman pengandaian, tp bahwa itu benar-2 udah diucapkan (baca: ditulis) sama joko, apa itu hrs dianggap sepi gitu aja? klo emang bener dia atau mereka (krn joko menggunakan kata 'kita' yg artinya tidak hanya mewakili dirinya pribadi melainkan suara "resmi" dari ya tentu kalyana shira) mau mengkritik kritik gue, knp musti pake bahasa-bahasa spt itu sih?
dreamerlotus wrote on Dec 2, '07
joko anwarrrrrrrr ceteeeeeeeeeeeekkk!!!! org gak bisa sukses kl gak bisa bangun dari jatuh! dan satu2nya cara membangun level kesuksesan yah terima kritik... kl ada org yang kritik berati dia memperhatikan lu!! dan lagi kl lu mo bantai ( biasanya mafia aja gak pake bilang2 ) langsung aja..jangan norak ditulis gede2... BANCIIIIIIIIII!!!!!
rumputeki wrote on Dec 2, '07
dreamer, itu yg nulis gede-gede aku kok, bukan apa2 krn kalimatnya kan pendek biar terlihat penuh aja. joko sendiri sih nulisnya (di milis) ya pake huruf biasa, kecil2. thx.
jerrysitanggang wrote on Dec 2, '07, edited on Dec 2, '07
wah, mu. gw jadi heran knapa loe kayak kebakaran jenggot gitu dikritik balik. maaf ya, mu. gw juga anggota milis dunia-film yg beberapa hari lalu sempat rame karena elo sahut-sahutan sama beberapa orang (bukan cm joko anwar, tp banyak orang lg yg nggak hubungannya sama sekali sama quickie express krn capek denger omelan loe). awalnya gw simpatik ama loe. tp setelah elo "mencuplik" sedikit percakapan dari milis, gw jadi mikir loe yg punya masalah. terus terang, klo gw baca tulisan joko anwar, gw nggak merasa ada sedikitpun ancaman di situ. gw malah terbahak-bahak. buat loe mungkin nyakitin, karena loe ngga biasa dikritik balik. kalo ada yg bilang loe gak etis, postingan loe di atas malah ngebuktiin hal itu. kalo loe ngomong bedua dengan nyokap loe, misalnya, ya jgn diposting di milis. kan orang ngomong secara private dan publik, beda mu. nah, kalo elo berdebat di milis tertutup, ya loe jgn posting di blog buat publik. apalagi loe ngutipnya cuman sepenggal yg kalo dilihat secara keseluruhan konotasinya beda. mungkin ini knp joko anwar make referensi godfather, mu. tuh film kan kode etik cowoknya kentel bgt. jadi cowok jgn comel. kan elo masih cowok, mu. kalo gini kesannya loe perang mulut di milis, elo tersudut lalu mingkem, trus loe lari ke blog cari dukungan dgn mencuplik sedikit tulisan orang, loe belokin seolah-olah ancaman. nah, sekarang jd yg nggak bisa neria kritik siapa?
alamtampan wrote on Dec 2, '07
Guys, cooling down lah...

Mumu kan emng me-review dari sudut pandangnya dia, dari apa yang dia rasakan, dengan segala alasan baik itu personal atau tidak, tapi mumu memang berusaha jujur mengutarakan apa yg dia rasakan, dan aku yakin bukan karena sensasi (bukan mumu banget deh)

Joko juga memang tidak begitu bagus me-respon kritik. Ya memang begitu lah dia..

Tapi jangan lah jadi perang berkepanjangan, siapa bela siapa, siapa ikut ngoceh2 tanpa tahu perkara dan siapa yang dibicara kan dengan jelas, masing2 dengan dunia nya, masing masing dengan celaan2 berantai sepedas yang bisa dibuat, bilang banci lah, seniman kerdil lah, moo moo lah, busuklah.. aduh... kalo cuman nulis sepatah dua patah kata juga semua org bisa kali... apalagi pake kata2 dari Paul Agusta!

Biar kan lah Joko berceloteh (yang kita tidak tau apakah becanda atau serius atau serius yang bercanda atau bercanda yang serius). Toh dia tetap senyum dengan ngelihat penonton Quickie Express yang membludak dan mendengar tawa mereka di dalam studio, sebagai filmaker itu sudah cukup sebenernya...

Biar kan lah orang-orang mereview film sesuai dgn apa yg mereka rasakan. dan ayo gandeng tangan buat kemajuan film indonesia!!!

rumputeki wrote on Dec 2, '07, edited on Dec 3, '07
sama sekali bukan soal gak biasa dan kemudian gak bisa nerima kritik. jg bukan soal nyari dukungan. spt dah gue singgung dikit di atas, emang sulit membedakan antara serius dan becanda pd diri joko. dia serius tapi pura-pura becanda, atau becanda tapi sebenarnya serius. yg jelas itu udah diucapkan dan gue ngerasa gak pada tempatnya aja sampe hrs ngeluarin kata "sikat", makanya gue mengabadikannya (di blog ini) aja biar gak lupa aja.

dan klo konteksnya cowok jgn comel, aduh...masak urusan mengkritik karya dikait-kaitin ama kecomelan.

tapi udahlah, gue gak akan membela diri lbh byk soal ini. terimakasih atas simpati lu (yg kemudian jd gak simpati). gue menghargai, menyerap dan berterimakasih pada semua pendapat.

sekaligus, terimakasih juga buat alam. benar, ayo gandeng tangan buat kemajuan film indonesia!!!


foolishlysentimental wrote on Dec 3, '07
loh joko bukannya dulu suka mengkritisi film juga? kok jadi begini?
rumputeki wrote on Dec 3, '07
justru itu (salah satu) poin yg pengen gw tunjukin dgn memposting ini ke blog (baca:publik, meskipun milis itu bersifat publik jg!).
jerrysitanggang wrote on Dec 3, '07
nah lo, kan mu. masih aja comel. loe juga tau komentar joko itu bukan tanggapan atas review loe. awas, ntar disikat beneran loh, pake sisir. :))))
serpi wrote on Dec 3, '07
dreamer, itu yg nulis gede-gede aku kok, bukan apa2 krn kalimatnya kan pendek biar terlihat penuh aja. joko sendiri sih nulisnya (di milis) ya pake huruf biasa, kecil2. thx.
Moo Moo, drpd lebih banyak orang yang salah kira kayak dreamer, mendingan lo posting yang lengkap keseluruhan surat dr joko, biar orng bisa nilai sendiri apa bener ini ancaman or paranoia lo aja.
jerrysitanggang wrote on Dec 3, '07
iya mu... loe gak ngasih tau mereka kalo loe pamer-pamer di milis udah pernah nulis di kompas sejak semester 5 itu kan? hihihihihihi
liesfortheliars wrote on Dec 3, '07
haha......
The godfather???
masih lebih sangar mafia2 pejabat/mafia2 kayu di Indonesia kali....
foolishlysentimental wrote on Dec 3, '07
btw, milis apa sih?
rumputeki wrote on Dec 3, '07
serpi, dan juga jerry...soal gue udah nulis di kompas dan lain-lain itu gak relevan dong. toh gue udah jelasin, surat joko itu dikirim di milis apa jam brapa.

foolish, milisnya dunia-film, http://groups.yahoo.com/group/dunia-film

cukup jelas dan orang bisa melacaknya.
rumputeki wrote on Dec 3, '07
jerry, komentar joko itu tanggapan atas review gue, itu sangat jelas, jgn dikabur-kaburin lagi ah. joko bahkan mengutip alinea terakhir dr review gue, yg menjadi titik keberatan dia. selebihnya joko hanya meledek-ledek dan menyindir-nyindir gue soal2 yg tidak berkaitan dengan review dan dgn quickie express. terimakasih
pravdavero wrote on Dec 3, '07
Ayooo, perang hahaha. *aku melihat dari kejauhan bersama banci Ucu*
rumputeki wrote on Dec 3, '07
hoho iyaaa capeeek ni, ver huhuhuuu
foolishlysentimental wrote on Dec 3, '07
di sini kritikus dan pekerja film terlalu akrab kali ya? ngopi bareng, gaul bareng, semilis bareng. jadinya kalau udah kenal personal gitu kritik pun diangap personal. harusnya masih ada jarak antara seniman dan kritikus. kritikus juga banyak yang jadi penulis skenario, sutradara, jadinya (walaupun mungkin beneran multitalented) kadang ruwet juga relasinya.
rumputeki wrote on Dec 3, '07
bisa jadi begitu, foolish, tp klo utk gue sendiri, gue emang kenal joko, klo ketemu ya hahahihi layaknya temen trus kadang ngobrolin film apa yg lagi diputer, gue tanya pendapat dia suka apa gak bla bla bla...yah sebatas gitu doang sih. klo itu membuat kritik jd dianggap personal ya gak tau ya, gue sendiri ngerasa meskipun gue kenal/berteman dengan joko dan beberapa fimmaker, itu gak (harus) menghalangi gue utk mengkritik. gitu aja sih. tapi analisis lu menarik sih, bahwa "kedekatan" itu menyebabkan kritik dianggap personal. thx utk perspektif ini.
alamtampan wrote on Dec 3, '07
lay down and relax......

(bakar lilin aroma-puter beethoven-ambil nafas teratur-tutup kelopak mata-bayangkan dunia tenang-indah-indah-indah)
rumputeki wrote on Dec 3, '07
ini udah rileks kok, lam...udah sampe pada kesimpulan (yg dgn sangat bagus disumbang oleh foolishly).
adjiecupu wrote on Dec 3, '07
Ok.. it's time to have a cup of coffee, wah.. langsung rame gini Mu jadinya...
alamtampan wrote on Dec 3, '07
yuk yuk ngopi bareng yuk... tapi gw gak suka kopi...
sukanya burger...

-garing gak penting-
rumputeki wrote on Dec 3, '07
adjie, alam...asal di citos ya huakakakakaka...
adjiecupu wrote on Dec 3, '07
adjie, alam...asal di citos ya huakakakakaka...
Halah di Citos lagi~~~~~
ketempat gw aja sini, gw traktir... ^^
rumputeki wrote on Dec 3, '07
Huaaaaa...mau dong ke Bangkok huhuhu
alamtampan wrote on Dec 3, '07
IKUT!!!!!!!!!
adjiecupu wrote on Dec 3, '07
Tapi gw traktir kopinya ya~~~ bukan tiketnya.. Hihihi...
alamtampan wrote on Dec 3, '07
bow, ini reply atau chatting yah ? wekekekeke
rumputeki wrote on Dec 3, '07
huakakakakakakakakkakaaa.....
adjiecupu wrote on Dec 3, '07, edited on Dec 3, '07
bow, ini reply atau chatting yah ? wekekekeke
Itu tergantung dari sudut pandang yang ngeliat aja bow... ike mah bilang ini reply.. tapi kalo ada yang nyangka ini chatting mah biar saja, ih.. syusah dech... Yuuukk~~~~
rumputeki wrote on Dec 3, '07
hoooi...jgn bebencongan di blog gue! banyak orang nih huehehehe...
foolishlysentimental wrote on Dec 3, '07, edited on Dec 3, '07
btw, kayaknya joko salah milih kata "kita". maksudnya "kami" : Elo beruntung kita bukan mafia kayak The Godfather. Kalo iya, elo udah kita sikat di dunia nyata." seharusnya "Elo beruntung kami bukan mafia kayak the godfather, kalao iya, elo udah kami sikat di dunia nyata."
rumputeki wrote on Dec 3, '07
wuaaa...jadi pelajaran tata bahasa indonesia nih hihihi.
alamtampan wrote on Dec 3, '07
maap mu, mur gw kendor.... jadi agak keriting dikit..

sorry sob... (kedengaranny aneh deh)
ucuagustin wrote on Dec 3, '07
Yaaahhhhhhhhhh... udah selese yah?
GUe ketinggalan ya bow?

Ikutan ditraktirnya ajah deh kalau gituh. Boleh?
hihihi...
andisturbia wrote on Dec 3, '07
hidup MUMU !!!!!
alamtampan wrote on Dec 3, '07
kok hidup Mumu ? Emang Mumu pemenangnya yah ?

(mancing2 lagi di air keruh - lalu lari lepas tanggung jawab)

lebih enak di denger : Hidup Film Indonesiaaaaa!!!!!
adjiecupu wrote on Dec 3, '07
Atau mungkin : Hidupkan Perfilman Indonesia!!!

Wakakakaka....
sunsetdiwaterloo wrote on Dec 4, '07
kayakny lw brlebihan deh mu..gw rasa postingan itu ga ada tendensi ngancem atau apa lah..

tapi kalo beneran, wah keterlaluan juga tuh Joko..Oliver Stone aja masih ngaku salah waktu Alexander gagal..ckckck..
put3mayer wrote on Dec 4, '07
waduh joko anwar kok keterlaluan gt sih..seharusnya dia bisa nerima kritik donk....payah nich....
alamtampan wrote on Dec 4, '07
and here we go againn..... wakakakakaka....
shufle wrote on Dec 4, '07
Yap gue setuju banget sama elo Jerry . itu emang udah kebiasan orang banget untuk mencari pembenaran dan dukungan di blog pribadinya ... yang notabene sudah pasti temen-temennya akan ngebantu dia ,cuma kadang2 gue suka kasian aja sama orang2 kayak gini , mereka gampang banget buat nulis review dan mengkritik orang seenaknya , eh sekalinya nerima kritik yang cuma sepenggal tulisan aja udah kayak orang kebakaran jenggot !!!

terkadang mengkritik itu memang enak .. tapi sekalinya di kritik balik terasa sakit sekali hatinya sungguh ironis ... makanya dulu waktu gue masih kuliah di IKJ ada mata kuliah Kritik Seni , jadi orang gak sebarangan kritik sana - sini .

SATU LAGI BUAT MUMU SETIDAKNYA ORANG YANG PERNAH ELO KRITIK ITU SELALU MEMBUAT KARYA ENTAH ITU BAGUS ATAU JELEK TERGANTUNG DARI SUDUT PANDANG MASING-MASING INDIVIDU .DAN UDAH NGASIH PANDANGAN KEDEPAN BAGI MASYARAKAT DI SINI JADI GAK ASAL NULIS BIAR DI BILANG EKSIS TANPA MEMBUAT SATU KARYA APA PUN !!!!
blackuniverse wrote on Dec 4, '07
hi mumu, gue pikir diskusi ini udah kelar, ternyata masih lanjut...hehehe...

soal kritik-mengkritik, ah, emang harus punya karya dulu baru boleh nulis kritik? nggak juga kan? dan nggak semua orang bisa beruntung ikut kuliah 'kritik seni' atau apapun sebelum boleh nulis kritik kan? siapa tau orang yang nulis kritik itu emang nggak mau mendasarkan kritik (atau review atau apapun) itu dengan segerbong teori?

emangnya kritik nggak boleh berdasarkan pendapat pribadi? selama disampaikan dengan elegan dan terbuka kepada kritik (atau argumentasi) balik, kayaknya boleh-boleh aja deh bos.

soal joko anwar, seingat gue dia dulu adalah kritikus (atau reviewer, entahlah) yang kejam sekali di jakarta post. orang capek-capek bikin film, eh dia bilang dengan nonton film itu sama aja buang-buang waktu. kadang-kadang kritik dia bisa kejam banget, seolah-olah film yang dibahasnya omong kosong berat. dulu gue suka banget baca tulisan (kritik atau review atau apa lah) dia di jakarta post, walaupun kadang gue suka mikir juga, 'emang elo siapa' bisa sekejam ini.

dan sekarang beliau juga bikin film, dan sekarang beliau juga banyak dikritik.

sah-sah aja kan kalo sekarang dia bikin film dan filmnya dikritik orang, entah itu secara kejam, secara personal, secara profesional, atau secara apa pun?

di lain pihak, orang yang menulis kritik (atau review atau apapun) siap-siap juga kalau orang yang dibahasnya marah-marah. yah, namanya juga manusia. yang penting kalo dikritik balik, kita bisa argumen balik. itu namanya dialog. enak kan? ngakunya anak sekolahan, ngakunya kuliah ini itu, ngakunya seniman ini itu, mustinya bisa dong, dialog secara intelek....hehehehehe...gak usah pake marah-marah.

mumu, kritik jalan terus. joko, (atau siapapun maker-maker di luar sana) berkarya terus. selesai.
alamtampan wrote on Dec 4, '07
syip..

(winkwink)
rumputeki wrote on Dec 5, '07
raney, kupikir jg udah selesai eh ternyata kok msh terus bergulir. aku sengaja gak nanggepin balik. tar klo tiap tanggepan ditangepin gak akan ada habisnya. yg jelas tentu saja aku sgt menghargai, mendengar, memperhatikan dan menyerap secara sungguh-sungguh dan berterimakasih terhadap semua komentar, apapun itu.
blackuniverse wrote on Dec 5, '07
sip sip...sekarang mari kita pusing mikirin cara dapet duit untuk beli tiket jiffest!
rumputeki wrote on Dec 5, '07
hahahaha itu betul. ato, pilih aja film2 yg diputar gratis (klo ada) hehe
alamtampan wrote on Dec 5, '07
banyak kok yg gratis Jiffest .. tuh film lokal gratis semua, sama yg di putar di Goethe-Kineforum-Erasmus.... segabreg2 kok.. yuuuukk
rumputeki wrote on Dec 5, '07
tapi ngantrinya ituuuuuu kagak nahaaaaaaaaaaaaan...aku pengen nonton lagi "3 hari utk selamanya".
thetruthaboutjakarta wrote on Dec 5, '07
shufle said
SATU LAGI BUAT MUMU SETIDAKNYA ORANG YANG PERNAH ELO KRITIK ITU SELALU MEMBUAT KARYA ENTAH ITU BAGUS ATAU JELEK TERGANTUNG DARI SUDUT PANDANG MASING-MASING INDIVIDU .DAN UDAH NGASIH PANDANGAN KEDEPAN BAGI MASYARAKAT DI SINI JADI GAK ASAL NULIS BIAR DI BILANG EKSIS TANPA MEMBUAT SATU KARYA APA PUN !!!!
shufle manis, (btw, it's shuFFle, double ffs, atau kalau maksudmu dessert bertekstur spons yg ngembang itu soufflé, jgn lupa accent aigu-nya ya, di ikj gak ada kelas mengeja ya?) mungkin kamu lupa kalau sebuah kritik JUGA SEBUAH KARYA, yg sama dipikirkannya atau mungkin juga sama2 tidak dipikirkannya dengan sebuah skenario, film, atau postingmu sendiri. kita tidak pernah berpretensi 'ngasih pandangan kedepan' [sic, harusnya ke depan], mungkin kalaupun kita punya tugas, contoh bagusnya dalam konteks perdebatan ini adalah utk memeriksa apakah memang benar suatu karya seni memang benar2 ngasih pandangan ke depan kalau misalnya dia memang mengklaim itu. selain itu banyak lagi, misalnya memeriksa apakah benar 'karya entah itu bagus atau jelek tergantung dari sudut pandang masing2 individu'? apa maksudmu sebenarnya dengan frase 'masyarakat di sini', apakah itu berarti kamu menganggap 'masyarakat di sini bodoh atau memandang ke belakang paling tidak?—apa di kelas kritikmu tidak diajarkan bagaimana membackup asersi2mu dengan argumen?—bagaimana dengan masyarakat di sana? pernah kaupikirkan tak? juga maksudmu dengan 'asal nulis biar di bilang eksis' [sic lagi, nah kali ini justru disambung manis, 'dibilang'], apakah kamu sudah membuktikan bahwa mumu 'asal nulis'? begitu saja dulu kuliahku sore ini, selamat belajar, semoga lulus ujian.
blackuniverse wrote on Dec 5, '07, edited on Dec 5, '07
damn you mike, this is too much fun! hahahaha...you deserve a bottle for this! :)
alamtampan wrote on Dec 5, '07
nyum nyum.. (makan BK single black-papper nya Burger King sambil diselingi kentang goreng yang udah di top up)...

masih berlanjut yah ?

srups..(minum nestea yang juga di top up, sambil coret-coret di buku tulis tentang perkuliahan di lembaran MP ini)

1. Lakukan apapun dengan jujur bukan karena ingin eksis
2. Jaga diri sendiri dan orang lain
3. Jaga profesionalisme
4. Gak ada yang sempurna

yuk, temans. Sudahi pertikaian dan ayooo ambil hikmah nya..

end frame : langit Jakarta yang tadinya gulita karena mendung tiba-tiba berubah cerah dan muncul pelangi....

gw rasa gw gila.... hehehehe (tutup buku, cuci tangan dan pulang ke kos2an)





rumputeki wrote on Dec 5, '07
alam lu gak gila kok, lu tampan. huehehehehe
furrada wrote on Dec 9, '07
Wahh,ga maksud ngangkat lagi topic hangat yang udah mereda ini, tapi emang gw telat baca dan ternyata seru uy topic dan commentnnya.

Gini mu kalo kata gw. Film ini emang dibuat atas nama pasar. Gw ga tau apa mata pencaharian elu, tapi gw tau mata pencaharian joko anwar itu dari menulis scenario. Dan in order to fill his stomach with food, and feed his family, yaa..dia obliged to make a movie like this. Film yang dia paham betul, kalo dengan topik-topik menjual macam gay,seks,gigolo – as you mention before – dan segala hal yang murahan emang gampang banget dijual. Gak mungkin aja kali kalo dia ngajuin bikin film dengan scenario autobiografi Megawati dan hobi dia ngemil sambil nonton beauty and the beast…plisss deh,ga ngejual banget kan.
Gw juga tau ko, dalam hati kecil mas joko atau mas anwar (seriously, joko anwar ini dipanggil joko ato anwar sih? Ato dipanggil jonwar?) ini,dia juga bakal bilang gini, “TAEEEKKK LAH FILM MACAM GINI”,tapi yang penting “menghibur dan menjual”. Tapi benerkan, admit it lah, pas nonton ini pasti ikutan ngakak2 kan? Pasti terhibur kan?. Biarpun emang cuman itu doang yang bisa diambil dari film macam gini…ketawa-ketawa aja.

Dan semua komentar ama elu Mu, tentang how you wanna be EKSIS with your cynical review, WTF lah…emang kenapa kalo emang bener pengen EKSIS. Baca lagi uy pedoman piramida kebutuhan manusia, AKTUALISASI DIRI atau dalam konteks umumnya EKSISTENSI, menduduki piramida tertinggi dalam kebutuhan manusia, sedangkan Kebutuhan Mengisi Perut, menduduki piramida paling bawah. So, kalo mau maen banding2an antara “people who do everything for money/food, compare with people who do everything for Self Actualization”…kayaknya ga bisa deh,sepertinya emang beda kasta yah.

alamtampan wrote on Dec 10, '07
nyam nyam..

(baca reply sambil makan kacang atom)
foolishlysentimental wrote on Dec 10, '07, edited on Dec 10, '07
furrada said
Wahh,ga maksud ngangkat lagi topic hangat yang udah mereda ini, tapi emang gw telat baca dan ternyata seru uy topic dan commentnnya.

Gini mu kalo kata gw. Film ini emang dibuat atas nama pasar. Gw ga tau apa mata pencaharian elu, tapi gw tau mata pencaharian joko anwar itu dari menulis scenario. Dan in order to fill his stomach with food, and feed his family, yaa..dia obliged to make a movie like this. Film yang dia paham betul, kalo dengan topik-topik menjual macam gay,seks,gigolo – as you mention before – dan segala hal yang murahan emang gampang banget dijual. Gak mungkin aja kali kalo dia ngajuin bikin film dengan scenario autobiografi Megawati dan hobi dia ngemil sambil nonton beauty and the beast…plisss deh,ga ngejual banget kan.
Gw juga tau ko, dalam hati kecil mas joko atau mas anwar (seriously, joko anwar ini dipanggil joko ato anwar sih? Ato dipanggil jonwar?) ini,dia juga bakal bilang gini, “TAEEEKKK LAH FILM MACAM GINI”,tapi yang penting “menghibur dan menjual”. Tapi benerkan, admit it lah, pas nonton ini pasti ikutan ngakak2 kan? Pasti terhibur kan?. Biarpun emang cuman itu doang yang bisa diambil dari film macam gini…ketawa-ketawa aja.

Dan semua komentar ama elu Mu, tentang how you wanna be EKSIS with your cynical review, WTF lah…emang kenapa kalo emang bener pengen EKSIS. Baca lagi uy pedoman piramida kebutuhan manusia, AKTUALISASI DIRI atau dalam konteks umumnya EKSISTENSI, menduduki piramida tertinggi dalam kebutuhan manusia, sedangkan Kebutuhan Mengisi Perut, menduduki piramida paling bawah. So, kalo mau maen banding2an antara “people who do everything for money/food, compare with people who do everything for Self Actualization”…kayaknya ga bisa deh,sepertinya emang beda kasta yah.

kayaknya yang dipermasalahkan mumu dalam postingan ini bukan soal karya Joko deh (itu sih masuk dalam postingan review QE), melainkan intimidasi halus JA dalam menanggapi kritiknya.
furrada wrote on Dec 10, '07
kayaknya yang dipermasalahkan mumu dalam postingan ini bukan soal karya Joko deh (itu sih masuk dalam postingan review QE), melainkan intimidasi halus JA dalam menanggapi kritiknya.
hehehee...bener juga yah,soalnya pas abis baca review, trus langsung baca ini,dan yang ini rame banget commentnya jadi aja nulis disini.my bad...
disasterhead wrote on Dec 11, '07
hahaha cool
durianman wrote on Dec 11, '07
Menarik, menarik..... tp menurut gw ya, orang yang bodoh bgt pun ngga akan nulis "surat ancaman" lewat milis, bung rumputeki. kalo situ sampe ngutip satu kalimat dari sebuah posting dr milis trus situ kasih label "surat anacaman", berarti situ kekanak-kanakan dan sama aja kyk yg situ benci: nggak bisa dikomentari balik... tp btw ya sodara-sodara, kanjeng mas mumu ini memang punya masalah dgn "quote-mengquote" orang. syahdan. dulu dia pernah mengutip pembicaraan di milis gay dgn menyantumkan nama yg ngasih komentar dan mempublikasikanya sebagai berita di medianya, yakni detik.com. weleh weleh... ngamuk dah tuh para gay, seacra itu milis tertutp... wah wah wah... beberapa org memang ngga pernah bisa belajar..... :))))))))
rumputeki wrote on Dec 12, '07, edited on Dec 12, '07
sumpe lo? sini coba gay yg ngamuk itu lu tunjukin ke aku! pasti kami akan ketawa-tawa krn dia sejak itu justru berteman ama aku sampe sekarang. oh ya, dia kini nulis revier film di jakarta post dan punya kolom tetap di majalah orang periklanan, addiction.

mau gue kenalin? siapapun lu, lu mgk dah kenal.
gulaligilaluli wrote on Dec 13, '07
huehehehe... *numpang ketawa, tuan




ah, kebenaran itu memang tak pernah berlaku universal.

rumputeki wrote on Dec 13, '07
hah? kebenaran apa nih? siapa yg bicara ttg kebenaran? hihihihi
Add a Comment
   
© 2009 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · Contact · Help