<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>

<rss version="2.0"
 xmlns:blogChannel="http://backend.userland.com/blogChannelModule"
>

<channel>
<title>I Like Boring Things</title>
<link>http://rumputeki.multiply.com/</link>
<description>(Toeti Heraty) </description>
<pubDate>Wed, 2 Jul 2008 09:07:21 -0000</pubDate>
<lastBuildDate>Wed, 2 Jul 2008 08:53:00 -0000</lastBuildDate>

<image>
<title>I Like Boring Things</title>
<url>http://images.rumputeki.multiply.com/logo</url>
<link>http://rumputeki.multiply.com</link>
<width>100</width>
<height>100</height>
</image>

<item>
<title>afgan di antara olga dan indra bekti</title>
<description>Olga terlihat sangat puas bisa mencium pipi kiri dan kanan Afgan. Sementara penyanyi belia yang baru saja membawakan hits-nya, Terimakasih Cinta itu hanya bisa bengong, tampak sedikit kaget, seperti tak menyangka, seperti ada sesuatu yang baru saja dicuri dari dirinya tanpa ia bisa mempertahankannya. Indra Bekti yang muncul di belakang Olga segera menetralisir suasana. &#x201C;Eh, kok cium-cium sih, dia kan normal,</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/links/item/5/afgan_di_antara_olga_dan_indra_bekti</guid>
<pubDate>Wed, 2 Jul 2008 08:53:00 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Bertemu Nietzsche dalam Kesendirian</title>
<description> Hai, Mu apa kabar?&#x3C;br&#x3E; Baik, sehat. Lu?&#x3C;br&#x3E; Baik juga. Ama siapa lu?&#x3C;br&#x3E; Sendiri.&#x3C;br&#x3E; Ya ampun, sendiri?&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; ***&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Ke sini juga rupanya.&#x3C;br&#x3E; Iya nih&#x3C;br&#x3E; Ama siapa&#x3C;br&#x3E; Sendiri&#x3C;br&#x3E; Hah? Niat banget.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; ***&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Mumu!&#x3C;br&#x3E; Eh, elu&#x2026;apa kabar?&#x3C;br&#x3E; Baik, baik. Sendirian aja lu&#x3C;br&#x3E; Iya&#x3C;br&#x3E; Gilak!&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; ***&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Pergi ke mana-mana seorang diri itu merepotkan. Dianggap aneh sama orang lain. Sendirian itu tidak lazim, melawan kodrat, sulit diterima, serta menimbulkan decak kekagetan dan keheranan bagi orang lain. Berjalan seorang diri di tengah keramaian mall, duduk sendirian di gerai fast food yang riuh, mengitari ruang-ruang sebuah pameran tanpa teman, nonton film di bioskop sendirian merupakan tabu dalam kehidupan urban megapolitan. Sendiri selalu identik dengan pecundang, dan oleh karenanya perlu ditatap dengan sinar mata kasihan. Sendiri itu salah. &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; *** &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Tiba-tiba seseorang menyentuh pundakku dari belakang dan menjajari langkahku. Kulihat sekilas, kumis tebalnya mudah kukenali sebagai seseorang bernama Nietzsche. Aku cuek saja, tapi dia langsung nyerocos...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/113/Bertemu_Nietzsche_dalam_Kesendirian</guid>
<pubDate>Wed, 2 Jul 2008 05:54:21 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Great Sale Society</title>
<description>  &#x3C;a href=&#x22;http://rumputeki.multiply.com/photos/hi-res/upload/SGSabQoKCtoAAGzkVMs1&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignmiddleb&#x22; src=&#x22;http://images.rumputeki.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SGSabQoKCtoAAGzkVMs1/gap.jpg?et=xbHW9Vv3qc9TXZ1bdHVwGQ&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;&#x3C;/a&#x3E;Serombongan pria-pria-pulang-kerja tampak terlihat sibuk memilih-milih di gerai &#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;&#x3C;strong&#x3E;Zara&#x3C;/strong&#x3E;&#x3C;/font&#x3E; &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;strong&#x3E;Plaza Indonesia&#x3C;/strong&#x3E;&#x3C;/font&#x3E; petang itu. Tangan-tangan mereka meneteng kantong belanja berisi onggokan baju-baju. Namun mereka masih terus mencari dan sesekali mencomot begitu saja, baju atau celana, dari&#x26;nbsp; tumpukannya dan memasukkannya ke kantong. &#x22;Habis ini ke &#x3C;font size=&#x22;5&#x22;&#x3E;Senayan City &#x3C;/font&#x3E;ya,&#x22; kata salah satu di antara mereka kepada teman-teman serombongannya. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Di bangunan sebelah, &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;strong&#x3E;Grand Indonesia&#x3C;/strong&#x3E;&#x3C;/font&#x3E;, seorang cowok muda&#x26;nbsp;bertampang pucat dengan mata sipit berjalan terseok-seok. Satu tangannya menenteng tiga &#x3C;font size=&#x22;3&#x22;&#x3E;&#x3C;em&#x3E;paper bag&#x3C;/em&#x3E; &#x3C;/font&#x3E;gemuk-gemuk, dua berlogo &#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;Guess&#x3C;/font&#x3E; dan satu lagi &#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;Gap&#x3C;/font&#x3E;. Tangan lainnya menempelkan telepon genggam ke telinga. Sambil tak henti bicara, ia ke satu gerai, berputar di antara tumpukan-tumpukan, lalu keluar lagi untuk berpindah ke gerai lainnya dan melakukan hal yang sama. Di gerai &#x3C;font size=&#x22;6&#x22;&#x3E;Pull and Bear&#x3C;/font&#x3E;, seorang perempuan muda dengan heboh menelepon temannya dan mengabari bahwa sedang ada sale besar-besaran.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Bayangkanlah suasan...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/112/Great_Sale_Society</guid>
<pubDate>Fri, 27 Jun 2008 07:40:04 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>
Cermin itu Bernama Mayang Sari</title>
<description>Ibu-ibu pengajian Masjid Darunni&#x27;mah Kampung Karang Tengah, Lebak Bulus bersorak girang. Teman saya, yang seorang wartawan senior, pun ikut merayakannya dengan memasang status di yahoo messenger: mampus lo!&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Sementara, para pengirim komentar di portal-portal berita seperti detikcom dan kompas.com seperti dikomando menyuarakan nada yang sama, alhamudillah, ikut bahagia. Pendek kata, kalau kau sudah cukup ibu-ibu, kau tak akan segan-segan mendoakan buruk untuknya. &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; &#x22;Gw bukan pembela Halimah, Mu, secara gw nggak dikasih makan ma dia hehehe, tapi gw benci pencuri suami orang secara gw juga emak-emak, geregetan...&#x22; kata teman saya itu. &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Sungguh tidak sulit memahami kegeraman teman saya itu. Yang agak sulit adalah memahami, bahwa media massa ternyata juga mengambil sikap yang sama dengan individu-individu yang merasa terusik nurani keibuan, keistrian dan keperempuannnya itu. &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Kasus perpecahan keluarga Halimah-Bambang Tri, yang dalam hal ini melibatkan artis Mayang Sari telah berkembang me...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/111/Cermin_itu_Bernama_Mayang_Sari</guid>
<pubDate>Tue, 24 Jun 2008 10:38:28 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Film &#x22;Fiksi.&#x22;: Dongeng dan Sosiologi Rumah Susun</title>
<description>Salah satu perkembangan yang cukup tebal mewarnai dunia penciptaan seni (sastra, film) di Indonesia adalah kecenderungannya untuk sejauh mungkin menghindari realitas. Penyair Afrizal Malna dengan eksentrik tapi benar mengibaratkan gejala semacam itu dengan ungkapan &#x22;seperti novel yang malas menceritakan manusia.&#x22; Namun, jika disimak lebih dalam, karya-karya tersebut sebenarnya bukan menghindari, melainkan mendekati realitas dari arah yang lain. Masalahnya, bagi kita sebagai audiens  (pembaca, penonton), seberapa dalam kita harus menyimak, atau seberapa besar kesabaran kita, untuk sampai pada &#x22;kebenaran&#x22; bahwa ini tak lain persoalan pendekatan (bentuk) --hingga akhirnya kita tahu bahwa dari segi isi, karya-karya itu justru sebenarnya sangat ingin mengatakan sesuatu tentang realitas, dan bukan hendak menghindarinya?

Menonton debut penyutradaan seorang pendatang baru bernama Mouly Surya lewat film berjudul &#x22;Fiksi.&#x22;, problem seperti itulah yang saya hadapi. Saya nyaris kehilangan kesaba...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/reviews/item/63</guid>
<pubDate>Mon, 23 Jun 2008 08:35:07 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Mu, Sepertinya Kamu Perlu Kegiatan Rutin di Luar Kantor, Misalnya Yoga, Capoeira, Les Bahasa Prancis, Fitnes atau Renang </title>
<description>&#x3C;img class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://images.rumputeki.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SFuHeQoKCtoAADOVph41/Yoga_Pose_by_Samara_Morgan_101.jpg?et=%2CK34CkIf%2CldB8vsNp5%2C27g&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;aku memakai baju baru hari ini. aku korban mode. aku naik busway jam 9 pagi bersama wanita-wanita karier berblaser coklat dan bapak-bapak pegawai kantor pemerintah berkemeja batik segaram wajib hari jumat. aku tidak memakai batik. tapi aku memakai baju baru. teman-teman di kantorku tidak ada yang memakai baju baru. tapi ada yang memakai batik. padahal kantorku bukan milik pemerintah. aku tidak suka baju batik. itu masa lalu bagiku. aku lebih suka memakai baju yang membuatku menjadi beberapa tahun lebih muda. aku korban mode. tapi tak ada darah di tubuhku. karena mode tidak suka kekerasan. jadi aku senang menjadi korbannya. aku duduk di depan komputer sepanjang hari. baju baruku menjadi bayangan hitam di layar komputer. kata temanku yang memakai baju batik itu, ketika duduk di depan komputer, wajahku tanpa ekspresi. mungkin sebenarnya ia ingin mengatakan, aku seperti robot yang autis, tapi tidak tega. aku tidak tahu mengapa komputer membuatku kehilangan ekspresi. padahal sebenarnya aku ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/110/Mu_Sepertinya_Kamu_Perlu_Kegiatan_Rutin_di_Luar_Kantor_Misalnya_Yoga_Capoeira_Les_Bahasa_Prancis_Fitnes_atau_Renang_</guid>
<pubDate>Fri, 20 Jun 2008 10:08:21 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Bahasa Pers Kita: Latah Tiada Akhir</title>
<description>Sampai hari-hari ini, kita masih juga menyaksikan kata &#x22;diobok-obok&#x22; muncul dalam media massa, baik cetak, TV maupun online. Kalau Anda masih ingat, kata ini diambil dari judul lagu Joshua bertahun lalu. Pernah ada masanya, kata itu menjadi primadona pers kita. Setiap saat, untuk segala isu, pers menyelipkan kata tersebut, sampai kita benar-benar muak. Tapi, para wartawan sendiri sepertinya tak pernah merasa bosan menggunakannya. Ya, sampai hari-hari ini. 

Kecenderungan pers kita untuk mengadopsi kata, frasa, istilah atau pun ungkapan yang sedang populer di masyarakat sebenarnya sudah terjadi sejak dulu, dan itu merupakan sesuatu yang wajar, sah, atau mengutip bahasa gaul anak muda zaman sekarang &#x22;fine-fine aja&#x22;. Ungkapan-ungkapan dari dunia penciptaan seni merupakan sumber yang kaya bagi bahasa pers. Judul-judul film yang menarik seperti &#x22;Apa yang Kau Cari Palupi&#x22; dan &#x22;Kejarlah Daku Kau Kutangkap&#x22; termasuk yang paling sering dikutip untuk &#x22;diplesetkan&#x22; menjadi judul berita atau art...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/reviews/item/62</guid>
<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 08:00:39 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Life and Time of Mikael J</title>
<description>  &#x3C;a href=&#x22;http://thetruthaboutjakarta.multiply.com&#x22;&#x3E;dia&#x3C;/a&#x3E; bangun pada hari yang biasa&#x3C;br&#x3E; dengan perasaan asing yang tak biasa&#x3C;br&#x3E; mendapati dirinya infeksi mata&#x3C;br&#x3E; dan ingatan pada usia&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; ini hari ulang tahunnya yang ke-32&#x3C;br&#x3E; tak ada yang diinginkannya&#x3C;br&#x3E; selain keluar sebentar&#x3C;br&#x3E; untuk sehirup udara segar&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; dan satu-dua botol bir berbusa&#x3C;br&#x3E; dan obrolan tanpa tema&#x3C;br&#x3E; dengan teman-teman terdekatnya&#x3C;br&#x3E; tentang rasanya menjadi tua&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; tapi bengkak putih matanya&#x3C;br&#x3E; menahan hasrat yang sederhana&#x3C;br&#x3E; toh, ke mana-mana atau di rumah saja&#x3C;br&#x3E; ia tahu ia sedang menikmati&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; hari-hari terbaik dalam hidupnya&#x3C;br&#x3E; membaca fotokopian arsitektur hujan&#x3C;br&#x3E; dan merencanakan pembacaan puisi&#x3C;br&#x3E; di sandiego hill memorial park&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; &#x22;sambil menengok makam&#x3C;br&#x3E; yang sudah aku pesan.&#x22;&#x3C;br&#x3E; tapi hidup masih lama &#x3C;br&#x3E; dan ia baru saja &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; selesai menerjemahkan dua seri &#x3C;br&#x3E; esei ann kumar di jurnal Indonesia&#x3C;br&#x3E; tentang seorang prajurit putri solo &#x3C;br&#x3E; di masa pertama mangkunegoro *)&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; lalu membuat puisi &#x3C;br&#x3E; dari 119 kuntum mawar &#x3C;br&#x3E; mungil dan merah &#x3C;br&#x3E; dengan hati retak di tengah&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; *) diterbitkan dengan judul Prajurit Perempuan Jawa:Kesaksian Ihwal Istana ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/109/Life_and_Time_of_Mikael_J</guid>
<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 09:10:10 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Gen(erasi) Y</title>
<description> &#x3C;img class=&#x22;alignright&#x22; src=&#x22;http://images.rumputeki.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SFiVaAoKCtoAAF4KYpQ1/gen%20yyy.jpg?et=I1AGnL0BXKgqhjaqK8FBMQ&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;Coba bikin account di http://www.plurk.com. Ini online social media baru yang amat asyik &#x2013;mirip Twitter.com tapi jauh lebih ok. Add saya...&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Itulah pesan yang dikirim bos saya melalui email kantor ke seluruh karyawan. Sementara di banyak kantor lain akses internet adalah sebuah kemewahan (boro-boro bisa &#x22;main&#x22; facebook, yahoo messenger aja diblokir), di tempat saya bekerja, setiap karyawan tidak hanya bebas, tapi bahkan &#x22;wajib&#x22; punya account di setiap jaringan sosial online, dan menjadi anggota sebanyak-banyaknya milis. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Bagi tenaga kerja angkatan baru, yang lahir tahun 1980 ke sini, yang dalam teori SDM disebut Gen(erasi) Y, akses internet yang tak terbatas merupakan salah satu benefit yang meng-attract mereka untuk bekerja di sebuah perusahaan. Sulit rasanya di era sekarang membayangkan, bekerja di depan komputer namun tanpa akses internet, atau ada akses namun serba terbatas. Seorang teman yang bekerja di kantor akuntan publik mengisahkan, di kantornya hanya ada satu komputer yang con...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/108/Generasi_Y</guid>
<pubDate>Wed, 18 Jun 2008 04:54:31 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>The Happening - M. Night Shyamalan</title>
<description>Central Park, suatu pagi. Tiba-tiba waktu berhenti dan orang-orang mencakari diri mereka sendiri-sendiri, sampai mati. Seorang perempuan dengan anggun menusuk lehernya sendiri dengan konde yang ditarik dari rambutnya. Tak lama kemudian, di sebuah proyek bangunan di Philadelphia, para buruh beterbangan dari ketinggian, jatuh dan remuk. Dalam beberapa jam, kepanikan menyebar seiring dengan meluaskan kabar lewat media, dan dari HP ke HP. Simpang siur. Ada yang mengaitkan kejadian-kejadian aneh itu dengan serangan teroris.

The Happening yang saat ini diputar di bioskop-bioskop di Jakarta ini adalah karya terbaru M Night Shyamalan setelah antara lain The Sixth Sense, Unbreakable, Signs, The Village dan Lady in the Water. Sutradara berdarah India ini termasuk salah satu sineas Hollywood yang memiliki penggemar fanatik di sini. Namun, lazimnya, sutradara yang digemari secara fanatik seperti ini juga memiliki &#x22;pembenci&#x22; yang tak kalah banyaknya. Ada teman saya yang ngomel-ngomel sehabis non...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/reviews/item/61</guid>
<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 06:56:58 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Hujan Bulan Juni (Hanya) Bikin Jakarta Jadi Kota Mati</title>
<description>tak ada yang lebih frustrasi &#x3C;br style=&#x22;font-style: italic; &#x22;&#x3E; dari hujan bulan juni&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic; &#x22;&#x3E; dirahasiakannya rintik dendamnya&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic; &#x22;&#x3E; kepada orang-orang yang bangun kesiangan&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; kami naik taksi dari rumah ucu di utan kayu&#x3C;br&#x3E; menuju senayan city --sudirman basah dan sepi &#x3C;br&#x3E; sisa hujan menjelang jam 10 membuat kota mati&#x3C;br&#x3E; dan kita akan jadi banci premiere lagi, katamu&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; tak ada yang lebih pecicilan&#x3C;br style=&#x22;font-style: italic; &#x22;&#x3E; dari hujan bulan juni&#x3C;br&#x3E; ah sudahlah, jangan terlalu banyak alusi&#x3C;br&#x3E; para penyair memang pemuja melankoli&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; masak, tak ada yang lebih arif &#x3C;br style=&#x22;font-style: italic; &#x22;&#x3E; dari hujan bulan juni? yang bener aja&#x3C;br&#x3E; hujan hanya bikin jakarta jadi kota mati&#x3C;br&#x3E; pada minggu menjelang jam 10 itu</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/107/Hujan_Bulan_Juni_Hanya_Bikin_Jakarta_Jadi_Kota_Mati</guid>
<pubDate>Tue, 17 Jun 2008 05:34:12 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Tips Beli Kondom untuk Pemula, Pemalu, Orang Baik-baik maupun Munafik</title>
<description> &#x3C;img class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://images.rumputeki.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SFI7OAoKCtoAACZdIuQ1/Condom_Pin_by_mcdanny3.jpg?et=rWZnQoskiC8Z33qK9WWAJw&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;Perempuan berseragam hijau dengan rias muka tebal akan menyambutmu. Tersenyumlah. Jangan grogi. Tegakkan kepala, angkat dagu dan tarik kedua bahu sedikit ke belakang. Dadamu akan terlihat agak membusung. Tidak&#x26;nbsp; apa-apa. Kalau perlu tambahi dengan ekspresi muka dingin, sedikit congkak. Kau tak akan dibiarkan mencari-cari sendiri apa yang akan kau beli. Kau akan mendengar dia berkata, sebuah kalimat yang seolah-olah sudah menyatu dengan lidahnya, &#x22;Ada yang&#x26;nbsp; bisa dibantu?&#x22; Tersenyumlah. Jangan gugup. Tarik nafas seperlunya, dan jawablah dengan satu kata, dengan intonasi bertanya, &#x22;Kondom?&#x22; Jangan sekali-kali membuang waktu dan energi dengan pertanyaan yang tidak perlu, seperti, &#x22;Ada kondom?&#x22; atau &#x22;Kondom di bagian mana ya?&#x22; Manfaatkan waktu seefisien mungkin. Kau tidak sedang membeli baju atau sepatu. Kau akan ditunjukkan di mana rak tempat kondom terletak. Ambil segera, satu kotak, berisi tiga. Pilih produk impor. Tidak, ini tak ada kaitannya dengan moral. Ini bukan saatnya me...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/106/Tips_Beli_Kondom_untuk_Pemula_Pemalu_Orang_Baik-baik_maupun_Munafik</guid>
<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 08:33:35 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Beda Agama Yes, Penodaan Agama No, Oh Yes Oh No Oh Yes Yes Yes *)</title>
<description>hari selasa terbuat dari tepung terigu*). hahaha. kamu penyair apa pelawak sih? kalau begitu, terbuat dari apa dong rabu? pagi hari jembatan penyeberangan telah ramai*). ya iyalah (masak ya iya dong). hukum terbuat dari sabun cuci*). aduh, becandanya sudah kelewatan deh. lagi sibuk nih. maaf, sebenarnya agamamu apa? jangan pakai KTP Islam dong. sekarang begini saja: bubar atau keluar. kota ini terbuat dari spanduk. begini yes begitu no. mengapa kamu suka sekali berteriak? bubarkan ini bubarkan itu. tangkap dia dia dan dia. harus adil, atuh! awas, ada yang mau merusak dari dalam. yang tegas dong, pak. aih jenggotnya lucu, dikepang saja biar kayak vokalisnya system of a down. ustadz yang terhomat, saya mau tanya, bolehkah banci jadi imam dan benarkah orang bertato salatnya tidak diterima? saya gemar mengecat rambut, sah nggak ya wudhu saya? negeri ini terbuat dari kebencian, tauk. kau harus memanjangkan rambutmu agar telingamu tidak mendengar teriakan. pemerintah tidak akan mengeluarkan ...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/105/Beda_Agama_Yes_Penodaan_Agama_No_Oh_Yes_Oh_No_Oh_Yes_Yes_Yes_</guid>
<pubDate>Wed, 11 Jun 2008 06:42:49 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title> Petualang Mabuk Bawang </title>
<description>Salah satu yang kadang kusesali dari era blog adalah, kenapa kemajuan teknologi informasi ini tidak terjadi sejak saat aku masih suka naik gunung dulu. Coba dari dulu, aku kan bisa memamerkan foto-fotoku yang sedang berpose antara kuntum-kuntum edelwies yang sedang bermekaran di Argo Dumilah, puncak tertinggi Gunung Lawu, atau yang sedang bergaya di atas batu-batu Pasar Bubrah di Gunung Merapi. Bisa saja sih, aku memindai foto-foto itu, secara aku kebetulan masih menyimpan beberapa lembar. Tapi, itu kan tidak praktis. Dan, pastinya akan tampak kalau itu bukan foto yang fresh. Di samping itu, sebenarnya aku malu memasang foto-foto waktu masih SMA dulu. Soalnya, aku dulu jelek dan cupu. Bukan berarti sekarang semakin tua jadi berubah cakep. Tidak. Tapi, kalau melihat kembali foto-foto masa laluku, pokoknya cukup memalukan. Jadi, lupakan saja.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Belakangan ini, blog semakin berkembang pesat dan menjadi alat yang dimanfaatkan oleh dunia bisnis sebagai ajang marketing. Banyak perusahaan yang...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/104/_Petualang_Mabuk_Bawang_</guid>
<pubDate>Tue, 10 Jun 2008 08:52:19 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Film &#x22;May&#x22;: Cerita yang Melarikan Diri</title>
<description>Ada bagusnya juga film ini dirilis sebulan setelah gegap gempita peringatan 100 tahun kebangkitan nasional. Bukannya menjadi &#x22;kehilangan momen&#x22;, melainkan justru memberi &#x22;jarak&#x22; kepada kita agar bisa menontonnya dengan lebih jernih, tanpa terdistorsi oleh euforia yang hanya riuh di permukaan. Dari judulnya kita sudah bisa menduga, ke mana arah film ini, dan kira-kira mau bicara apa. Lebih-lebih ketika kita tahu, May itu nama tokoh utama film ini, seorang perempuan keturunan China, maka jelaslah  sudah semuanya: kerusuhan Mei 1998, perkosaan massal... 

Tapi, mau cerita apa lagi? Begitu banyak berita media massa, laporan resmi hingga rumor jalanan mengenai peristiwa tersebut  --jadi, apa yang (masih) tersisa selain, mungkin, luka? Dari awal kita was-was dibuatnya, jangan-jangan ini hanya akan menjadi dokumentasi yang kering, sekedar melestarikan ingatan kita pada sekeping &#x22;sejarah bangsa&#x22; --meskipun ini juga tugas yang tak kalah mulia, tapi bagaimana pun, film mesti menawarkan kemungk...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/reviews/item/60</guid>
<pubDate>Mon, 9 Jun 2008 07:08:50 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Hidup yang Normal</title>
<description>   &#x22;Anda datang pada saat yang tepat,&#x22; kata mas-mas dari bagian marketing yang menyambut kami. &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Siang itu, setelah makan di Warung &#x22;Bu Bandung&#x22; khas Sunda depan makam pahlawan, kami mampir di kantor pemasaran Kalibata Residence yang terletak di areal pabrik Sepatu Bata.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; &#x22;Mulai hari ini kami membuka penjualan tower baru, tower yang terakhir, jadi belum banyak yang tahu.&#x22;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Lalu si mas itu bercerita, pada penjualan tower-tower sebelumnya, dari A sampai F, terjadi antrian yang luar biasa. Jam 5 pagi orang sudah mengantri padahal kantor baru buku jam 9. Satu tower habis terjual hanya dalam tiga hari.Untuk tower terakhir tadi, Tower G, meskipun &#x22;belum banyak yang tahu&#x22; karena &#x22;baru dibuka hari ini&#x22;, sudah terjual tak kurang dari 70 unit.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Saya tertegun. Saya edarkan pandangan ke sekeliling ruangan. Gambar denah-denah tower dengan tulisan &#x22;sold out&#x22; tertempel di dinding. Bangku-bangku yang ditata melingkar. Orang-orang berkonsultasi. Orang-orang sibuk mengisi blangko. Loket-loket pembayaran...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/103/Hidup_yang_Normal</guid>
<pubDate>Thu, 5 Jun 2008 09:26:53 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Kiat Sukses yang Bisa Anda Gali Sendiri tanpa Perlu Konsultasi dengan Andrie Wongso</title>
<description>1. Kepuasan muncul dalam tindakan, bukan dalam hasil&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; 2. Semua orang pernah bersedih&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; 3. Kau tidak harus membiarkan dirimu berpendirian keras&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; 4. Jangan pernah bercerita apa-apa pada orang lain &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; 5. Yang mudah berjanji, sulit dipercaya &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; 6. Tidak ada kejahatan yang lebih besar daripada terlalu banyak keinginan&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; 7. Dia tidak benar-benar tertarik padamu jika dia tidak berhubungan seks denganmu, atau berhubungan seks dengan orang lain&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; 8. Lihat sisi positif dari semua ini&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; 9. Kalau kamu bosan, kamu akan jadi membosankan&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; 10. Orang yang terhormat hanya muncul tiga kali dalam surat kabar: saat lahir, menikah dan mati --di luar itu dianggap tidak sopan&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; 11. Masalalumu tidak akan tertinggal, dan masa depanmu tidak akan maju terlalu jauh &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; 12. Tidak apa-apa, menangislah</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/102/Kiat_Sukses_yang_Bisa_Anda_Gali_Sendiri_tanpa_Perlu_Konsultasi_dengan_Andrie_Wongso</guid>
<pubDate>Wed, 4 Jun 2008 08:10:18 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Berita FPI, Detikcom dan Dilema (Era) Keterbukaan </title>
<description> Sastrawan&#x3C;a href=&#x22;http://ekakurniawan.com&#x22;&#x3E; Eka Kurniawan&#x3C;/a&#x3E; pernah bercerita tentang kebiasaannya membaca media, terutama media online. Di detikcom misalnya, pada akhir setiap berita ada fasilitas kolom komentar, tempat pembaca bisa menuliskan apa saja. Eka mengaku, lebih suka&#x26;nbsp; membaca komentar-komentar itu ketimbang beritanya sendiri. &#x22;Kadang-kadang komentarnya lebih cerdas,&#x22; kata dia.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Bisa jadi Eka benar. Tapi, apa yang dia sebut &#x22;lebih cerdas&#x22; tentu tetap bisa diperdebatkan. Hari-hari ini, Eka pasti kehilangan komentar-komentar yang biasanya bisa menghibur hatinya itu. Ya, setidaknya pada berita-berita tertentu, detikcom memang meniadakan kolom komentar. Saya bertanya langsung kepada Redaktur Pelaksana Nurul Hidayati, dan mendapat penjelasan, &#x22;Untuk berita yang mangandung SARA kita tiadakan. Kita tidak ada SDM/energi buat mantau.&#x22;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Tentu saja, dalam konteks hari-hari ini, berita yang mengandung SARA itu tak lain menyangkut kasus bentrokan massa FPI vs&#x26;nbsp; AKKBB. &#x22;U know-lah, masih banyak komentator yang tidak...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/101/Berita_FPI_Detikcom_dan_Dilema_Era_Keterbukaan_</guid>
<pubDate>Tue, 3 Jun 2008 10:17:04 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Lost in Absurdity</title>
<description>  &#x3C;font face=&#x22;times, times new roman, serif&#x22;&#x3E;&#x3C;img class=&#x22;alignleft&#x22; src=&#x22;http://images.rumputeki.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SD-BuQoKCtoAAAdf1V01/absurdity2.jpg?et=3q8c2Vv3iykdu77hqJQBlw&#x26;#x26;nmid=0&#x22; border=&#x22;0&#x22;&#x3E;Sudah hampir seminggu ini senyumnya menghantuiku. Bukan jenis senyum manis yang membuatmu rindu, tapi ini lebih berupa&#x26;nbsp;seringai dingin-licik-menghina yang ingin kau hindari.&#x26;nbsp; &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Jakarta, penghujung Mei yang letih.&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Hari-hari berjalan lamban, jarak-jarak memanjang dan ruang-ruang tiba-tiba seperti dikuasai kekosongan. Segala yang tampak di mata jadi terasa salah. Hal-hal&#x26;nbsp;yang biasanya baik-baik&#x26;nbsp;saja jadi menimbulkan amarah. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Setiap langkah yang terentang terasa lebih berat. Dan, senyum itu --tidak, seringai itu...&#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;Dia muncul di mana saja. Kadang menghadang begitu aku turun dari angkot dan terus menjajari langkahku menuju halte busway.&#x26;nbsp;Pernah, tiba-tiba menyeruak dari belakang, ketika aku sedang mengantri di loket, dan membayari tiket buswayku. Dan, tadi&#x26;nbsp;pagi, tanpa kuketahui kedatangannya, eh tahu-tahu sudah ada di sampingku, ketika aku sedang duduk menunggu. &#x3C;br&#x3E;&#x3C;br&#x3E;&#x22;Kamu siapa sih sebenarnya?&#x22; terlontar begitu saja dari mulutku karena aku sudah tidak tahan lagi diperm...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/100/Lost_in_Absurdity</guid>
<pubDate>Fri, 30 May 2008 08:45:48 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Retorika-retorika Pasca Kenaikan Harga BBM</title>
<description>Aku mau mengurangi jalan-jalan. Aku mau mengurangi belanja buku, DVD, majalah dan baju. Aku mau mengurangi nongkrong di kafe tanpa keperluan yang jelas. Aku...aku...aku...mau...mau...mau...pokoknya, setelah harga BBM naik, aku langsung nyerocos sama temanku, bahwa aku mau berhemat. Temanku, dengan tak kalah bersemangat, juga menyatakan hal yang sama. Itu terjadi pada Rabu setelah kenaikan harga BBM secara resmi diumumkan Jumat pekan sebelumnya. &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Sehari kemudian, alias Kamis sore, terjadilah obrolan ini. Aku yang memulai.&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; &#x22;Sabtu ke Mangga Dua yuk, nyari DVD.&#x22;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; &#x22;Katanya mau hemat?&#x22;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; &#x22;Alah, nggak papa di sana kan murah, daripada beli di lapak-lapak.&#x22;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; &#x22;Oke.&#x22;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; &#x22;Oh ya, di Mangga Dua ada apalagi yang bisa dibeli, yang murah-murah?&#x22;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; &#x22;Barang-barang elektronik. Iya, sekalian aku juga mau beli kamera. Cek harga dulu di glodokshop.com, nah harga di Mangga Dua bisa turun sampai 30% dari itu.&#x22;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; &#x22;Bagus, bagus. Malam ini ke mana?&#x22;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; &#x22;Pulang.&#x22;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; &#x22;Yah, kok pulang sih? &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; &#x22;Kan biar hemat.&#x22;&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Aduh. Gimana...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/99/Retorika-retorika_Pasca_Kenaikan_Harga_BBM</guid>
<pubDate>Thu, 29 May 2008 10:12:54 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Film &#x22;Young Gods&#x22;: Ayo, Bugil di Depan Kamera!</title>
<description>Kamera barangkali merupakan salah satu teknologi paling mengerikan yang pernah ditemukan oleh manusia. Benda yang bisa merekam dan mengabadikan gambar baik diam maupun bergerak itu sering tanpa ampun mengungkapkan sesuatu yang sebenarnya sangat pribadi, dan oleh karenanya seharusnya menjadi rahasia. Begitulah, di mata kamera, kata &#x22;rahasia&#x22; tinggal sebuah ilusi. Dulu kita tak kenal Nanda dan Adi, tapi pada suatu hari yang indah, boom! tiba-tiba saja mereka terkenal ke seluruh penjuru negeri. Dulu kita juga tak tahu Maria Eva dan Yahya Zaini, namun mendadak sontak semua orang membicarakan mereka. Dan, kamera punya banyak lagi cerita, yang membuat kita senang, prihatin, geleng-geleng kepala, mengumpat, istighfar, cekikikan, takut, mesum, panik, mengelus dada, konak, mupeng, munafik, marah dan seterusnya sampai-sampai ada yang namanya gerakan moral JANGAN BUGIL DI DEPAN KAMERA. 

Beda dengan Indonesia, respon yang muncul di Finlandia atas fenomena yang sama bukanlah berupa gerakan moral...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/reviews/item/59</guid>
<pubDate>Wed, 28 May 2008 09:27:58 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Memahami Anarkisme (2): Apa yang Relevan untuk Hari ini?</title>
<description>  Belakangan ini saya sering mematikan HP, sesuatu yang tak pernah saya lakukan sebelumnnya, sejak pertama kali memiliki benda suci itu. Saya sedang menghindari &#x201C;kejaran&#x201D; seseorang. Ada mbak-mbak dari sebuah bank asing yang membujuk saya untuk membuat kartu kredit. Awalnya saya heran, dari mana dia mendapatkan nomer HP saya. Belakangan saya merasa naif dengan keheranan saya itu. Mestinya sejak awal saya sadar, bahwa itu bagian dari konsekuensi hidup sebagai warga negara di bawah sebuah sistem pemerintahan: kau dicatat, didaftar, diurutkan, dipajaki, dinomori, ditaksir, diizinkan, ditegur, dilarang, dirombak, dikoreksi, dihukum. Dan, seperti pernah dibilang oleh Pierre Proudhon, semua itu atas nama keperluan publik, dan atas nama itu pula kita ditariki iuran, dilatih, dijatah, dieksploitasi, dimonopoli, diperas, ditekan, dibingungkan&#x2026; &#x3C;p class=&#x22;MsoNormal&#x22;&#x3E;Proudhon mengatakan itu lewat bukunya yang terbit pada 1923. Pada era sekarang, daftar tersebut tentunya bisa diperpanjang sesuai dengan teknik-teknik kon...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/98/Memahami_Anarkisme_2_Apa_yang_Relevan_untuk_Hari_ini</guid>
<pubDate>Tue, 27 May 2008 06:00:03 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Seleb Kondang *)</title>
<description>  Dia sudah benar-benar jadi seleb sekarang, bisik Ron, nama panggilan dari Roni, nama asli di KTP, mahasiswa, 19 tahun. &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Berkali Ron membisikkan kalimat itu dalam hati sambil matanya tak lepas mengamati layar televisi. Dia semakin cakep...dan benar-benar telah jadi seleb. Bagi Ron, salah satu bukti terkuat bahwa seorang seleb telah benar-benar menjadi seleb apalabila gosip kehidupan percintaannya diberitakan oleh infotainment. Dan hari-hari ini, Ron mendapati, dia muncul di berbagai infotainment dalam gosip hangat hubungan percintaannya dengan cewek yang katanya akan dinikahinya dalam waktu dekat. &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Mengapa semua orang harus memakai topeng ketika disorot kamera televisi, bisik Ron putus asa. Tiba-tiba Ron ingin marah. Ingin membanting segala yang bisa pecah yang ada di dekatnya. O, Marx yang mulia...O, Nieztsche yang agung...Hidup dalam masyarakat apa saya saat ini? jerit Ron dalam rasa frustrasi yang mungkin tak akan tertolong lagi. &#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; Tiba-tiba Ron merasa pandangan matanya kabur. Ta...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/97/Seleb_Kondang_</guid>
<pubDate>Thu, 22 May 2008 09:32:20 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Dua Lusin Donat untuk SBY</title>
<description> donat-donat berlumur coklat &#x3C;br&#x3E; belgia bertabur almond kalifornia &#x3C;br&#x3E; berbaris rapi di balik etalase&#x3C;br&#x3E; menawan hati memikat mata&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; orang-orang mengantri panjang&#x3C;br&#x3E; datang dan pergi tiada tenggang&#x3C;br&#x3E; sabar menunggu giliran datang&#x3C;br&#x3E; dua lusin, please!&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; why nuty campur coco loco&#x3C;br&#x3E; jangan lupa j-crown oreo&#x3C;br&#x3E; dua lusin donat untuk apa?&#x3C;br&#x3E; arisan ya? atau pengajian?&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; aduh, please deh, dua lusin donat &#x3C;br&#x3E; tidak perlu minta maaf pada minyak &#x3C;br&#x3E; tanah dan pemerintah dan bayi-bayi &#x3C;br&#x3E; kelaparan di dusun antah berantah&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; pak sby, ini dua lusin donat untukmu&#x3C;br&#x3E; semoga sehat selalu, gitu loh!&#x3C;br&#x3E; mengapa tanganmu bau minyak, pak?&#x3C;br&#x3E; tak usah sedih, kami sudah biasa&#x3C;br&#x3E; &#x3C;br&#x3E; mengantri minyak seperti ibu-ibu&#x3C;br&#x3E; bersasak tinggi mengantri donat&#x3C;br&#x3E; rasa grean tea di j co citos&#x3C;br&#x3E; jam 10 pagi. sampai jumpa.</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/96/Dua_Lusin_Donat_untuk_SBY</guid>
<pubDate>Wed, 21 May 2008 10:06:46 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Nasionalisme, Apa Kabar?</title>
<description>&#x22;Lama-lama boring juga ya bok,&#x22; SMS saya pada seorang teman, mengomentari acara siaran langsung peringatan 100 tahun kebangkitan nasional yang ditayangkan seluruh stasiun TV, Selasa (20/5/08) mulai pukul 19.00.

Sejak sore kami sudah membahas acara itu lewat SMS. Awalnya teman saya itu yang mengirim SMS, bilang kalau tidak sabar  menunggu acara berlangsung. Dia bilang, penasaran dengan iklannya yang heboh. Dari klaim jumlah penampil, sudah kebayang kolosalnya. Pasti akan keren sekali. 

Namun, sehabis Agnes Monica menyanyikan &#x22;Merah Putih&#x22; ciptaan Gombloh, dan kemudian acara diisi rangkaian tari-tarian dari berbagai daerah, saya mulai bosan. 

Teman saya tidak kunjung membalas SMS saya tadi. Jangan-jangan dia sudah lebih dulu bosan ketimbang saya, dan sekarang sudah  tidur. Ternyata, menjelang jam 9 dia malah menelepon:

&#x22;Gue barusan nangis sesenggukan.&#x22;

&#x22;Ha? Sumpe lo? Kirain lo ketiduran nggak balas-balas SMS gue.&#x22;

&#x22;Nggak. Gue nangis...pas anak kecil tadi bacain doa, dan...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/reviews/item/58</guid>
<pubDate>Wed, 21 May 2008 05:52:06 -0000</pubDate>
</item>

<item>
<title>Memahami Anarkisme untuk Wartawan</title>
<description>&#x3C;P&#x3E;&#x3C;IMG class=alignleft src=&#x22;http://images.rumputeki.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SC1IrQoKCtoAAGRjZd01/anarkisme.jpg?et=MGM24fMz%2CFCJWM%2CKgw8mUg&#x26;amp;nmid=&#x22; border=0&#x3E;Belakangan ini, media massa panen kata &#x22;anarkis&#x22;. Maklum, setelah pemerintah menyatakan akan menaikkan harga BBM, unjuk rasa terjadi di mana-mana dan beberapa di antaranya berakhir dengan bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Dan, seperti biasa, koran-koran dan televisi pun memberitakan: &#x3C;BR&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;FONT size=5&#x3E;Demo bla&#x26;nbsp;bla bla Berakhir Anarkis&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;Atau:&#x3C;/P&#x3E; &#x3C;P&#x3E;&#x3C;FONT size=3&#x3E;Tindakan Anarki Warnai Demo bla bla bla&#x3C;BR&#x3E;&#x3C;/FONT&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;Begitulah, dari dulu dan sepertinya sampai kapan pun, para wartawan selalu dan akan selalu menggunakan kata anarkis untuk menggantikan kata &#x22;rusuh&#x22;, &#x22;bentrok&#x22;, &#x22;kekerasan&#x22;, &#x22;aksi liar&#x22; dan lain-lain yang semakna. Padahal, anarkisme itu sebuah paham politik, seperti halnya sosialisme, marxisme dan isme-isme yang lain, dan oleh karenanya kata anarkis merujuk pada orangnya, yakni mereka yang menganut paham anarkisme. &#x3C;BR&#x3E;&#x3C;BR&#x3E;Di antara paham-paham lain, anarkisme barangkali memang relatif tidak populer, tapi setidak-tidaknya tetap saja ada penganutnya. Kita perlu menghargai mereka. Jadi, ayolah, para wartawan, hentikan m...</description>
<guid isPermaLink="true">http://rumputeki.multiply.com/journal/item/95/Memahami_Anarkisme_untuk_Wartawan</guid>
<pubDate>Fri, 16 May 2008 08:37:25 -0000</pubDate>
</item>

</channel>
</rss>